Bina Marga Perkenalkan Rumah Tahan Gempa

- Periklanan -

PALU- Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng mulai memperkenalkan Rumah Instan sederhana sehat (Risha). Keunggulan konstruksi bangunan ini tentunya cocok dibangun di daerah rawan gempa bumi, karena teruji tidak mudah runtuh saat terjadi gempa. Selain itu proses pembangunan Risha terbilang cepat, saat panel sudah jadi maka proses pemasangan dinding cukup memakan waktu tiga hari.
Kepala Seksi Pemberdayaan jasa Konstruksi, Tri Asih Amanda ST menjelaskan, keunggulan Risha dari pada bangunan konvensional, adalah keutamaan struktur bangunan. Di mana dalam struktur Risha ini ada terdapat beberapa macam panel, yang terlebih dahulu dibentuk untuk membangun rumah. “Seperti ada rencana membangun rumah tipe 36, dari tipe itulah dapat dihitung berapa panel yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah struktur bangunan,” katanya, kamis (11/4) saat ditemui di stand pameran Sulteng Expo 2019.
Setelah panel sudah terbentuk, maka dinding yang ada diantara panel tersebut dapat diisi oleh batu bata, batako, ataupun kasibor. Bangunan Risha ini mengutamakan struktur, dimana saat panel dinyatakan sudah siap maka proses pembangunan rumah akan lebih cepat. “Bisa tiga hari pembangunan dapat selesai pemasangan dinding bila panel sudah jadi pada ukuran 36. Dan keunggulan lainnya, yaitu bangunan konstruksinya bisa dipertanggungjawabkan kekuatannya,” kata Tri Asih.
Dirinya menjamin, bahwa Risha telah diuji di pemerintah pusat, bahwa bangunan Risha tahan gempa, dikarenakan untuk jatuh atau runtuhnya bangunan Risha ini kecil kemungkinan dapat terjadi, sebab di struktur panel dihubungkan dengan beberapa baut dan mur, sehingga tidak langsung patah, dan panel itulah yang berayun saat ada goyangan.
“ Sosialisasi yang dilakukan di wilayah Sulteng baru tiga kali, dan memang belum sampai ke masyarakat luas. Kami hanya sosialisasikan kepada para tukang terampil. Karena kalau sampai ke masyarakat luas, kami perlu menyiapkan para tenaga terampil untuk membuat bangunan Risha,” ujar Tri.
Ia bahkan menyampaikan anggaran untuk membuat bangunan Risha sesuai dengan tipe bangunan yang akan didirikan. Di mana nantinya ada pembuatan panel, di antaranya model panel p1, p2, dan p3, yang menyerupai ring balok, dan slot yang menempel di pondasi. “Untuk bangunan Risha tipe 18 dengan menghabiskan dua modul, biaya keseluruhan Rp 42 Juta, sudah jadi sampai pemasangan atap, namun belum masuk plester,” jelasnya.
Wilayah yang cocok untuk didirikannya bangunan Risha, Tri Asih menyampaikan, bahwa sebaiknya diterapkan terlebih dahulu di wilayah yang rawan akan gempa. “Semua tempat tentunya cocok, hanya kami fokus di wilayah yang rawan gempa, seperti ada empat bangunan Risha yang ada di Kelurahan Petobo saat gempa September 2018 lalu, teruji bahwa tidak mengalami kerusakan,” tambahnya.(who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.