Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Bila Terbukti, SPBU Akan Diberi Sanksi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Peristiwa terbakarnya mobil yang dimodifikasi untuk membeli premium dengan jeriken dalam jumlah besar di SPBU 74.94116 (Arba Group) di Jalan Moh Yamin membuat pihak PT Pertamina (Persero) angkat bicara. Senior Supervisor Comm and Rel MOR VII PT Pertamina, Taufiq Kurniawan menegaskan jika terbukti ada unsur kesengajaan dari pihak SPBU bekerjasama dengan pembeli, maka PT Pertamina akan memberi sanksi dengan menghentikan suplay.

“Kalau ada indikasi kesengajaan, bekerja sama dengan oknum dari yang (isi) jeriken, akan kita tindak lanjuti dengan sanksi pemutusan suplay,” kata Taufiq, dihubungi media ini, kemarin (4/10).

Larangan pengisian BBM subsidi dengan menggunakan jeriken kata Taufiq juga tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Makanya kata dia, kejadian ini bakal menjadi perhatian dari PT Pertamina.

Unit Manager Communication and CSR MOR VII PT Pertamina, Laode Syarifuddin Mursali juga meragukan jika pihak SPBU tidak mengetahui bahwa mobil tersebut tidak dimodifikasi. Tentu lanjut Laode, pihak SPBU sudah mengetahui ada yang janggal dari mobil Kijang dengan nomor polisi DP 1245 AG itu.

“Pasti akan diberi peringatan bahkan surat teguran. Tidak mungkin dia tidak tahu di dalam itu ada jeriken. Masa kan Kijang bisa ngisi sampai 94 Liter,” jelas Laode.

Kebakaran mobil yang terjadi Jumat (2/10) lalu itu diduga akibat percikan api dari dalam mobil. Mobil yang terbakar juga telah dimodifikasi dan tersimpan 9 jeriken di bagian belakang mobil. Kejadian yang mengakibatkan sopir mengalami luka bakar itu, kini sedang ditangani Polres Palu. Pertamina juga sedang menangani kasus ini dengan berkoordinasi dengan Damkar, Kepolisian, Lurah, dan Health Safety Security Environment (HSSE) FT Donggala.(saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.