Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Bidang Jasa Konstruksi Wajib Memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja

PALU – Untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang semakin meningkat serta menciptakan peningkatan daya saing jasa konstruksi di Provinsi Sulawesi Tengah, dituntut agar terus meningkatkan program percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Sulteng, Ir. Syaifullah Djafar, MSi dalam sambutannya di pembukaan kegiatan percepatan uji kompetensi dan sertifikasi tukang pasang/aplikator baja ringan Rabu (7/8) mengatakan, sertifikasi ini penting dilakukan karena merupakan amanat undang-undang no. 2 tahun 2017, tentang jasa konstruksi, pasal 70 ayat 1 dan 2 dimana setiap tenaga kerja yang bekerja di bidang jasa konstruksi wajib memiliki sertifikat
kompetensi kerja dan setiap pengguna jasa dan/atau penyedia jasa wajib mempekerjakan tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat kompetensi kerja. “Oleh karena itu, dalam rentang waktu tahun 2015 sampai dengan awal tahun 201 9 ini, pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui dinas bina marga dan penataan ruang bekerja sama dengan Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Telah berhasil melakukan fasilitasi sertifikasi kepada 2.600 orang tenaga
terampil bidang jasa konstruksi,” ujarnya.

Jumlah tersebut lanjut Saifullah, akan terus bertambah seiring komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja konstruksi bersertifikat di Provinsi Sulawesi Tengah. Pada kesempatan kali ini, Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah bekerjasama dengan balai material dan peralatan konstruksi kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat dan didukung penuh oleh PT. Tatalogam Lestari dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Sulawesi Tengah
kembali melaksanakan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi sub bidang tukang pasang/aplikator baja ringan di Provinsi Sulawesi Tengah dengan target jumlah peserta sebanyak sembilan puluh orang. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi upaya kita bersama dalam menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang berdaya saing dan berkelanjutan dan berkonstribusi secara positif terhadap pembangunan, serta perkembangan dan kemajuan sektor jasa konstruksi di Provinsi Sulawesi Tengah,” harapnya.

Saifullah menambahkan, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, terutama kepada balai material dan peralatan konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kemeterian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, PT. Tatalogam Lestari dan lembaga pengembangan jasa
konstruksi yang sampai saat ini masih bekerja sama dengan dalam upaya percepatan sertifikasi tenaga terampil di Provinsi Sulawesi Tengah. “Kepada peserta saya mengucapkan selamat mengikuti kegiatan ini sampai selesai,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Komandan Korem 132/Tadulako, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Balai Material Dan Peralatan Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu, Komisaris Utama Kawasan Ekonomi Khusus, Ketua LPJK Provinsi Sulawesi Tengah, Kapolsek Palu Selatan, pejabat administrator dan pengawas lingkup Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Direktur PT. Tatalogam Lestari, Sub Distrubutor/Risseler Tatalogam Palu, serta
instruktur / assessor dan peserta kegiatan uji kompetensi dan sertifikasi tukang pasang/aplikator baja ringan. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.