Biaya Tes Kesehatan Mahasiswa Untad Sudah Sesuai Aturan

- Periklanan -

Staf Ahli Kemenristek kaget Mahasiswa Gugat Rektor

Prof Paulina Pannen (Foto: Safrudin)

PALU – Sanksi yang diberikan pihak Universitas Tadulako kepada salah satu mahasiswa FISIP Untad yang membuat Pamplet yang berisi ketidakwajiban mengikuti tes kesehatan bagi Mahasiswa Baru (Maba) yang lolos seleksi masuk Untad dinilai tidak melanggar hukum dan sudah sesuai aturan yang berlaku. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Kemenristekdikti bidang Akademik, Prof Dr Paulina Pannen.

Ditemui di ruang Rektor Unisa Palu, Paulina menjelaskan bahwa setiap maba, wajib melakukan tes kesehatan. Sehingga jika ada mahasiswa yang membuat peraturan yang bertolak belakang dengan kewajiban melakukan tes tentu menyalahi apa yang sudah ada. Pihak kampus kata dia berhak memberikan sanksi pada mahasiswa yang pembuat kabur informasi yang sudah ditetapkan tersebut. Paulina menganalogikan, kampus sebagai orang tua dan mahasiswa sebagai anak, sehingga kata dia, jika ada anak yang membandel, orang tua boleh menjewernya atau pun memberikan hukuman. Apalagi pelanggaran yang dilakukan fatal, tentu sanksi dari kampus juga akan berat.

- Periklanan -

“Kok dia buat larangan. Padahal tes kesehatan itu wajib. Saya juga lalu waktu masuk kuliah dilakukan tes kesehatan kok,” kata Paulina, Sabtu (16/9).

Terkait dengan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa, Paulina menegaskan itu hal yang wajar. Biaya tes kesehatan kata dia memang dibebankan kepada yang mahasiswa yang melakukan tes. Sehingga kata dia, tidak berdasar jika dengan alasan karena mahasiswa dibebankan biaya untuk melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Untad lantas ada yang tidak terima, kemudian membuat Pamplet larangan mengikuti tes kesehatan.

“Untad menyediakan fasilitas berupa Rumah Sakit Untad. Rumah Sakit itu juga harus membiayai dirinya. Sehingga yang melakukan tes kesehatan pun berbayar. Mana ada sekarang yang gratis,” ujarnya.

Sanksi pada mahasiswa FISIP Untad yang berujung pada penuntutan yang dilakukannya dan ditujukan ke beberapa pihak termasuk Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Paulina mengaku dia belum mengetahui jika Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi saat ini digugat seorang mahasiswa.

“Wah Pak Menteri digugat, saya belum tahu tuh. Sepertinya mahasiswanya lagi cari panggung,” pungkasnya. (saf)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.