Biaya Perawatan Medis DPO Polres Donggala Ditanggung Polri

- Periklanan -

PALU – Beredarnya informasi sepihak yang menyatakan biaya perawatan medis terhadap DPO kasus penganiayaan terhadap tersangka Reynaldi alias Rey tidak ditanggung pihak kepolisian, mendapat tanggapan dari pihak Polres Donggala.

Polres Donggala melalui Kasat Reskrim Polres Donggala, IPTU I Kadek Widya Kartika Putra, S.IK, didampingi Kanit Polres Donggala, Hisbullah mengatakan, selama proses perawatan medis tersangka Rey mulai dari perawatan di Rumah Sakit Anutapura Palu dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng semua biayanya ditanggung Polri. “Jadi tidak benar kalau ada informasi biaya perawatan tersangka Rey tidak ditanggung Polri,” ujar Kadek Wijaya, Sabtu (30/5).

Sementara kata Kadek Wijaya saat ini kondisi tersangka Rey sudah semakin membaik, bahkan yang bersangkutaan saat ini sudah bisa berdiri dan memegang HP. Sehingga tidak benar informasi-informasi yang berkembang kondisi tersangka kritis. “Kondisi tersangka semakin pulih dan semoga semakin cepat membaik agar yang bersangkutan bisa menjalani proses hukum,” ujarnya.

Senada dengan itu Kanit Pidum Polres Donggala, IPDA Hisbullah mengungkapkan, semua biaya perawatan tersangka Rey ditanggung Polri. Hingga saat ini biaya perawatan terhadap tersangka Rey sudah lebih dari Rp 40 juta dan semua itu ditanggung Polri. “Jadi kalau ada yang mengatakan selama perawatan di rumah sakit tersangka ditelantarkan itu tidak benar,” katanya sembari memperlihatkan rincian biaya rumah sakit.

Bahkan Hisbullah meyakinkan jika kondisi tersangka Rey sudah membaik dan tidak dalam kondisi kritis. “Kami punya foto dan video terbaru tersangka saat berada di ruang perawatan rumah sakit Bhayangkara. Kondisinya semakin membaik,” jelasnya.

Menurut Hisbullah, tindakan tegas dengan dilumpuhkan dengan tembakan terhadap tersangka Rey tentu ada protap yang dilakukan anggota di lapangan saat tersangka DPO ini dilakukan penangkapan. “Yang jelas tersangka ini sudah masuk dalam DPO dalam sejumlah kasus dan kurang lebih ada 9 laporan polisi yang terkait dengan tindakan yang dilakukan tersangka,” urainya.

- Periklanan -

Hisbullah menambahkan, beberapa laporan kasus kriminal terhadap tersangka Rey khususnya yang dilaporkan ke Polsek Sindue di antaranya, LP No/12//1/2019, tertanggal 26 Januari 2019 tentang dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi pada Sabtu 26 Januari 2019 di dusun 1 desa Toaya Kec.Sindue dengan korban pelapor inisial Abd RSY alias SD.

LP/132/IX/2018 tertanggal 23 September 2018 tentang perkara dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialami oleh seorang mahasiswa terjadi pada Sabtu 22 September 2018 sekitar pukul 22.45 wita di dusun Karumba Desa Enu Kec.Sindue Kab Donggala dengan korban pelapor inisial WMLY.

LP/72/VI/2016, tanggal 25 Juni 2016 terkait dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi pada Sabtu 25 Juni 2016 sekitar pukul 19.30 wita di Desa Vunta kec.Sindue dengan pelapor bernama ZHR.

LP/173/X/2019 tertanggal 31 Oktober 2019 terkait dugaan tindakan pengrusakan sekitar pukul 22 : 00 wita di jalan Trans Palu -Sabang dusun V Desa Toaya, Kec.Sindue dengan korban pelapor bernama HRY.

LP/129/X/2019 tertanggal 6 Oktober 2019 tentang dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan yang terjadi pada Minggu 6 Oktober 2019 sekitar pukul 11.15 wita di rumah terlapor di dusun III Desa Toaya Vunta Kec.Sindue, Kab.Donggala dengan korban pelapor bernama IKS.

LP/36/III/2016 tertanggal 27 Maret 2016 tentang kasus tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama terjadi di desa Toaya Kecamatan Sindue, Kab.Donggala dengan korban pelapor bernama ISH.

Kemudian masuk dalam kasus DPO dan Juga termasuk Kasus Diversi dimana saat itu tersangka Rey masih di bawah umur sehingga penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. “Yang jelas banyak laporan polisi terhadap tersangka ini,” pungkasnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.