BI Sulteng Siapkan Uang Baru Rp1,67 Triliun

- Periklanan -

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Miyono (tengah) saat melakukan konferensi pers terkait kesiapan penukaran uang, Selasa (30/5). (Foto: Umi Ramlah)

PALU – Bank Indonesia mempersiapkan uang kartal untuk kebutuhan perbankan dan masyarakat sebesar Rp1,67 triliun. Selain untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran, demikian itu sekaligus edukasi uang baru kepada masyarakat. Nilai tersebut naik 35,92 persen dibandingkan realisasi pada Ramadan dan Lebaran 2016.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Miyono, dalam konferensi persnya mengatakan, dengan besarnya nominal yang disiapkan, BI siap untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan besar dan kecil untuk masyarakat dan perbankan.

“Untuk itu masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan kebutuhan uang kartal, baik dari sisi jumlah dan pecahan yang diperlukan,” ungkapnya Selasa (30/5).

Miyono menyebutkan, untuk uang logam BI menyiapkan Rp867 juta. Sementara dari Rp1,67 triliun tersebut jika perinci yaitu, pecahan Rp100 ribu berjumlah 64,11 persen, pecahan Rp50 ribu 31,3 persen, pecahan Rp20 ribu 1,79 persen, pecahan Rp10 ribu 1,4 persen, pecahan Rp5 ribu 0,89 persen, pecahan Rp2 ribu 0,49 persen dan pecahan Rp1 ribu 0,04 persen.

- Periklanan -

“Pecahan Rp 100 ribu, terlihat yang paling banyak, karena dari segi nominalnya terbanyak dan sering digunakan masyarakat, untuk uang pecahan kecil saat lebaran biasa digunakan untuk amplop anak-anak,” sebutnya.

Untuk uang logam dari Rp867 juta jika dirinci yaitu, uang logam Rp1 ribu sebanyak 69,39 persen, pecahan Rp500 sebanyak 23.63 persen, pecahan Rp200 sebanyak 4.5 persen dan pecahan Rp100 yaitu 2.48 persen.

“Proyeksi kebutuhan uang kartal sebanyak Rp 1,67 triliun di proyeksi berdasarkan kebutuhan bank-bank dan kas titipan di Luwuk dan di Tolitoli dengan kebutuhan untuk bank Rp 1,3 triliun, kas titipan Rp396 miliar,” urainya.

Miyono mengatakan, 17 kali kas keliling yang dilaksanakan oleh BI di Kota Palu dilakukan pada hari Senin – Jumat. Dengan tempat di 6 pasar tradisional, kantor wali kota, kantor gubernur, Polda Sulteng, kantor kejaksaan tinggi, mako brimob dan mako Lanal.

“BI juga membuka penukaran uang rusak dan uang yang ditarik dari peredaran pada hari kamis. Serta pada hari Selasa dan Kamis untuk penukaran oleh 4 bank perkreditan rakyat (BPR) di Kota Palu,” ungkapnya. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.