BI Sulteng Bakal Datangkan Kades yang Sukses Kelola DD

- Periklanan -

PALU-Pemanfaatan dana desa (DD) di Sulawesi Tengah (Sulteng) dinilai belum maksimal. DD yang diharapkan bisa menstimulus perekonomian di tingkat desa, sejauh ini belum termanfaatkan dengan baik. Bahkan, dari data yang diperoleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sulteng, daya serap DD di Sulteng hanya 43 persen.

“Ini jadi catatan kita bersama utamanya dari pihak Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten bahwa daya serap Dana Desa kita baru 43 persen. Jauh dibawah daya serap nasional. Daya serap nasional itu hingga 95 persen,” kata Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Sulteng, M Abdul Majid Ikram kepada Radar Sulteng, kemarin (18/2).

Kurang termanfaatkannya DD ini kata Majid Ikram turut menjadi sorotan Bank Indonesia Provinsi Sulteng. Bank Indonesia sambung Majid bakal mengundang para Kepala Desa untuk mengidentifikasi apa masalah yang dihadapi Pemerintah Desa sehingga dana kucuran dari pusat yang bisa menstimulus perekonomian di desa malah tidak terserap dengan baik.

“Kalau angka 43 persen ini memang harus kita coba dorong lagi nih. Angka segitu belum optimal. Kalau kita bandingkan dengan daerah lain, banyak yang berhasil. Utamanya mereka yang mengembangkan potensi sumber ekonomi baru. Seperti wisata, banyak yang berhasil,” paparnya.

- Periklanan -

Program Presiden Joko Widodo ini kata Majid sangat baik karena langsung menstimulus perekonomian di desa. Tinggal Kepala Desanya yang harus mengembangkan kapabilitas, kemampuan manajerial keuangan, serta kemampuan untuk melihat potensi di masing-masing desa. Sebagai bentuk dukungan Bank Indonesia dalam pemanfaatan DD secara baik, dalam waktu dekat pihaknya kata Majid bakal bertemu dengan para Bupati sehingga yang tujuannya membahas pemanfaatan DD di wilayah masing-masing.

“Kalau perlu kita datangkan Kepala Desa Ngalanggeran untuk testimoni. Dia bisa membikin PADes nya itu udah gede. Kita ajak yang udah sukses kelola Dana Desa, suruh cerita tuh,” terangnya.

Jika Kepala Desa mau berinovasi dan kreatif dalam mengelola DD jelas Majid, dampak ekonominya akan sangat dirasakan masyarakat karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pertama yang harus diperhatikan Kepala Desa kata Majid ialah apa potensi yang dimiliki desa setempat yang bisa dikembangkan untuk memberi dampak ekonomi. Kedua dijelaskannya, antardesa bisa saling bekerjasama dengan pertimbangkan potensi masing-masing desa.

“Saya sangat senang mendukung program Pak Presiden ini (Dana Desa, red). Karena langsung menstimulus ekonomi di desa. Sekarang tinggal Kepala Desanya gimana melihat potensinya, apa yang harus dikembangkan,” tutupnya. (saf)

 

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.