BI Hadir Mendukung Pengembangan Usaha Rakyat

- Periklanan -

PALU – Sejalan dengan visi Bank Indonesia (BI) untuk memberi kontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia dan menjadi bank sentral terbaik diantara negara emerging markets, Bank Indonesia selain fokus pada perkembangan makroekonomi juga turut berkontribusi dalam mendukung usaha masyarakat.

Upaya yang dilakukan Bank Indonesia dalam hal tersebut berfokus pada pengembangan usaha strategis masyarakat yang dapat memberikan perubahan secara luas dan signifikan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terdiri dari, Program Pengembangan klaster/ kelompok tani Program Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta program pengembangan kemandirian ekonomi pondok pesantren menjadi target utama dalam upaya pengembangan usaha rakyat yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

BANGUN KEMANDIRIAN PONDOK PESANTREN : Program pengembangan kemandirian ekonomi di pondok pesantren Hidayatullah Palu. (DOK KPW BANK INDONESIA PROVINSI SULTENG)

Menjaga Kestabilan Harga dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani melalui Klaster Ketahanan Pangan

Klaster ketahanan pangan merupakan salah satu upaya Bank Indonesia dalam menjaga harga komoditas pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani,saat ini Bank Indonesia Sulawesi Tengah telah mengembangkan 6 klaster ketahanan pangan di Sulawesi Tengah yang terdiri dari: 1) Klaster Pertanian Terintegrasi Cabai pada Kelompok Natural Tani di Kabupaten Sigi; 2) Klaster Peternakan Sapi pada Kelompok Karya Bersama Kabupaten Parigi Moutong; 3) Klaster Bawang Merah pada Kelompok Hortikulturan Jaya dan 3 Klaster Padi dengan metode hazton yang tersebar di Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong.

Bank Indonesia bekerjasama dengan pemerintah daerah dan stakeholders terkait senantiasa melakukan pendampingan dan fasilitasi serta mendorong integrasi pertanian dengan berbagai unit usaha pendukungnya sehingga kemandirian klaster dapat lebih optimal. Pemanfaatan limbah organik dari peternakan sapi untuk diolah menjadi pupuk organik bersertifikat dalam rangka mendukung pertanian organik yang tengah dikembangkan di setiap klaster binaan Bank Indonesia.

Berbagai pencapaian dalam pengembangan klaster ketahanan pangan telah berhasil diraih, peningkatan produktivitas pertanian menjadi salah satu pencapaian tersebut. Produksi klaster padi binaan meningkat dari rata-rata 5-6 ton/Ha menjadi 9-10 ton/Ha dengan penggunaan metode hazton. Pencapaian lain dalam bentuk penghargaan diterima klaster binaan Bank Indonesia yakni sebagai klaster ketahanan pangan pengendali inflasi terbaik kedua tingkat nasional tahun 2018 yang diperoleh Kelompok Natural Tani dalam ajang Apresiasi Klaster Pengendali Inflasi 2018 di Jakarta serta Juara I Kontes Ternak Sapi Peranakan tingkat Provinsi Sulawesi Tengah 2019.

Pengembangan klaster ketahanan Bank Indonesia akan terus dilakukan di berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah sehingga dapat menjadi pilot project pengembangan pertanian terintegrasi dan peningkatan produktivitas petani, khusus di Kabupaten Banggai pengembangan klaster dilakukan salah satunya sebagai upaya pengendalian inflasi sebagai tindak lanjut telah ditetapkannya Kabupatan Banggai (Luwuk) sebagai Kota perhitungan inflasi di Sulawesi Tengah selain Kota Palu.

Pelaksanaan kegiatan Piloting UMKM On Boarding, UMKM Go Online.

Boarding UMKM Go Digital

- Periklanan -

99% usaha di Indonesia dikategorikan sebagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hal ini menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat, namun perkembangan UMKM di Indonesia masih identik dengan berbagai keterbatasan baik pembiayaan, kompetensi pelaku usaha, dan maupun pemasaran. Melihat berbagai keterbasan ini, Bank Indonesia mencoba memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan UMKM di Sulawesi Tengah dengan harapan berkembangnya UMKM dapat menopang pertumbuhan ekonomi dan menggerakan perekonomian Indonesia menjadi semakin lebih baik.
Salah satu upaya pengembangan UMKM yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah dengan melaksanakan program Boarding UMKM Go Digital.

Program ini dilaksanakan seiring dengan perkembangan teknologi saat ini yang telah mengubah bagaimana cara kita bertransaksi. Program ini juga memungkinkan UMKM untuk dapat mengakses berbagai layanan teknologi finansial yakni e-commerce, e-payment maupun e-financing yang dapat mendukung UMKM baik dari sisi kompetensi pelaku usaha maupun perluasan akses pemasaran.

Pada tahun 2019, dilaksanakan kegiatan Piloting on Boarding UMKM yang dipusatkan di Manado, Sulawesi Utara dengan peserta UMKM dari KPw Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara, serta menghadirkan Narasumber dari Marketplace yakni Bukalapak yang merupakan salah satu marketplace terbesar di Indonesia. KPw Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah mengikutsertakan 10 UMKM binaan, mitra dan nonbinaan potensial antara lain, Bintang Surayyah, Sri Rejeki, Rapoviaka Simple, Pasundan, Mahkota Palu, Sinar Roaku, Jagad Sutera, Local Economic Development (LED) Tenun Songket Donggala, Ewood Indonesia dan Hj. Mbok Sri, dengan komoditas makanan olahan, kerajinan kayu dan tenun yang memungkinkan penjualannya dapat dihubungkan ke dalam marketplace.

Sebelumnya yakni pada tahun 2018, Kantor Perwakilan BI Sulteng telah melakukan pelatihan kepada ±200 UMKM melalui kelas inkubator bisnis, berupa penguatan kelembagaan, inovasi dan peningkatan akses pasar, dengan fokus pada produk kerajinan, olahan makanan, industri kreatif dan produk pertanian. Kemudian, sebagai upaya promosi produk olahan kerajinan kayu hitam (Eboni) khas Sulawesi Tengah antara lain menjadi produk kacamata dan jam tangan, Bank Indonesia mengikutsertakan produk Ewood Indonesia yang merupakan UMKM binaan Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tengah pada pameran produk aneka kerajinan Indonesia di Singapura.

Bagian dari Dedikasi untuk Negeri Bank Indonesia dengan mendukung kawasan pertanian terintegrasi, di Kabupaten Sigi.

Program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia, diwacanakan akan menjadi salah satu pusat perkembangan ekonomi syariah internasional. Banyaknya penduduk muslim di Indonesia juga menjadi peluang besar dalam mengembangkan industri halal termasuk didalamnya halal food chain dan halal tourism. Bank Indonesia mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui 3 pilar utama yakni (1) Pilar Pendalaman Pasar Keuangan Syariah, (2) Pemberdayaan Ekonomi Syariah dan Penguatan Riset, Asesmen dan Edukasi Syariah. Dalam Pilar Pemberdayaan Ekonomi Syariah melalui program pengembangan kemandirian pondok pesantren, Bank Indonesia telah mengembangkan kemandirian ekonomi di 223 pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Untuk Sulawesi Tengah sendiri, Bank Indonesia telah mengembangkan kemandirian ekonomi pondok pesantren dengan memberikan bantuan unit usaha kepada 4 pondok pesantren yakni : 1) Pondok Pesantren Al Khairaat Madinatul Ilmi (Unit Usaha Air Minum Dalam Kemasan); 2) Pondok Pesantren Raudhatul Mustafa Lil Khairaat (Unit Usaha Pembuatan Roti); 3) Pondok Pesantren Hidayatullah (Unit Usaha Air Minum Isi Ulang); dan 4) Pondok Pesantren Al Istiqomah Ngata Baru (Minimarket Santri).
Program pengembangan ekonomi syariah Bank Indonesia di Sulawesi Tengah dilakukan dengan membentuk Ekosistem Halal Value Chain dan Linkage Usaha Syariah antar Pondok Pesantren dan UMKM Syariah untuk dapat memaksimalkan potensi ekonomi yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakat.

Ke depan Bank Indonesia akan terus meningkatkan jumlah pondok pesantren binaan di Sulawesi Tengah serta mendorong penguatan kelembagaan pondok pesantren melalui implementasi Sistem Aplikasi Pencatatan Transaksi Keuangan Pesantren (Aplikasi SANTRI) dan Sistem aplikasi E-Commerce antar pondok pesantren (Aplikasi TAMAM) maupun implementasi sertifikasi halal untuk produk UMKM serta pengembangan keilmuan dan kampanye ekonomi syariah bekerjasama dengan perguruan tinggi di Sulawesi Tengah dan stakeholders terkait. Bank Indonesia di Setiap Makna Sulawesi Tengah. (adv)

Bank Indonesia di Setiap Makna Sulawesi Tengah

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.