Besi Tower Dicuri, Listrik Padagimo Bisa Padam Besar-besaran

- Periklanan -

PALU – Sebanyak 68 buah komponen besi pada tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dari Kelurahan Kawatuna, Kota Palu, hingga menuju ke selatan yakni desa Sidera, Kabupaten Sigi, digasak pencuri. Padahal, hilangnya besi ini dikhawatirkan tower akan roboh jika terjadi angin kencang atau gempa bumi di sekitarnya. Pasalnya, hilangnya besi tower bisa mempengaruhi tidak kokohnya tower SUTT.

Dampaknya lagi jika roboh, diperkirakan Kota Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong bisa kehilangan suplai daya sebesar 160 megawatt dan menyebabkan pemadaman besar-besaran di empat wilayah tersebut.

Pejabat Pelaksana K3L ULTG Palu, Benny Lakawa mengatakan pencurian besi tower ini bukan kali pertama terjadi. Tahun 2020 juga pernah, akan tetapi tidak sebanyak dengan jumlah besi tower SUTT yang sekarang sampai dibuat kewalahan. Untuk diketahui, tower SUTT ini menyalurkan tenaga listrik dari pembangkit Poso ke Kota Palu.

“Jangan sampai dicuri lagi dan tahu-tahunya sudah roboh, jadi kami akan ganti dengan besi cadangan yang bukan disiapkan kalau ada kecurian, tetapi sisa dari awal pekerjaan proyeknya,” kata Benny kepada Radar Sulteng, Kamis (25/2).

Kasus pencurian yang dilakukan secara bertahap ini sangat disayangkan terjadi. Kata Benny, selain bisa menyebabkan pemadaman juga kerugian materil. Dari 68 batang besi itu nilainya puluhan juta, rata-rata satu besi dibanderol dengan harga sekitar Rp 200 sampai Rp250 ribu. Sedangkan jika tower itu roboh, untuk membangunnya kembali membutuhkan dana mencapai Rp 1 Miliar per satu towernya.

“68 batang yang dicuri ini dari bulan Januari, ada satu tower terjadi dua kali kecurian, Januari dan Februari, semoga tidak ada besi tower hilang ditemukan saat ingin mengganti dengan besi candangan nanti,” terang Benny.

- Periklanan -

68 batang besi itu yang dicuri ini berasal dari tower 3, 12, 19, 20, 28, 29, 31, dan 34. Untuk tower 3 berjumlah 7 batang, tower 12 berjumlah 1 batang, tower 19 berjumlah 13 batang, tower 20 berjumlah 5 batang, tower 28 berjumlah 2 batang, tower 29 berjumlah 19 batang, tower 31 berjumlah 17 batang, dan tower 34 berjumlah 4 batang. Benny mengakui, tower 29 ini dikhawatirkan akan roboh sewaktu-waktu, karena posisinya sudah terlihat miring. Dalam satu tower terdiri dari dua ratusan batang, dengan kondisi tower yang kehilangan besi seperti itu, potensi robohnya tower sangat besar.

Lokasi towernya sendiri memang berada jauh dari pemukiman warga. Untuk mencapainya tidak begitu sulit, ada lokasi tower yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua atau hanya roda empat bisa menjangkaunya. Jalannya juga tidak aspal, tetapi masih material tanah atau disebut jalan kebun.

“Langkah yang kami tempuh sudah membuat laporan ke Polres Palu, dan akan mengganti besi tower tersebut secara bertahap,” sebutnya.

Jika tower roboh Benny menerangkan, masa recovery butuh waktu minimal 3 bulan karena masih harus menunggu pengadaan material dari pabrik, belum lagi kerugian perekonomian di empat wilayah tadi, yang pastinya akan sangat berdampak. Misalnya perkantoran tidak bisa bekerja dengan maksimal, pusat-pusat perbelanjaan juga demikian hingga industri.

Besi tower SUTT ini diketahui digasak pencuri setelah tim yang ditugaskan mengecek kondisi tower dua kali dalam sebulan datang untuk memantau di lokasi. Masyarakat yang berada di sekitaran tower SUTT, diharapkan dapat berperan dalam mengawasi keberadaan tower tersebut. Sebab yang akan berdampak akibat jika tower itu roboh, adalah masyarakat.

Diakuinya, bahwa pelaku pencurian ini tergolong mahir dan sudah menyiapkan alat-alat yang akan digunakan. Dari pengalaman yang selama ini dilakukan dalam pembangunan tower itu tergolong sulit. “Jadi sebenarnya sekali pasang mur di tower ini tidak bisa lagi dibuka selamanya,” paparnya. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.