Besi BJTB Sulteng Sudah Lulus Uji

- Periklanan -

PALU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng memastikan Besi Baja Tulangan Beton (BJTB) yang beredar di Sulteng sudah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), setelah dilakukan pengujian di Laboraturium, Jumat (6/12). Hal tersebut disampaikan oleh Disperindag Sulteng saat menggelar rilis yang dihadiri oleh Kepala Seksi Pemasaran Produk Dalam Negeri Disperindag Sulteng Siti Maimunah, Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Sulteng Rudi Zulkarnain dan Kepala Seksi Bidang Usaha Sarana Distribusi dan Logistik Disperindag Sulteng Noval Jawas.
mengatakan,
“Hasil edukasi dan pengawasan barang beredar untuk BJTB yang dilaksanakan di Kabupaten Tolitoli, bangga dan Kota Palu 2019 sangat baik, semua sample lulus uji,” ucap Rudi Zulkarnain.
Kata Rudi, kegiatan diawali dengan edukasi konsumen dilanjutkan dengan pengawasan barang beredar. Yang diawasi dalam petunjuk teknis untuk pengawasan barang beredar yaitu BJTB, Disperindag harus melakukan pembelian barang sample tersebut, bukan meminta dan pengambilan sample dilakukan acak agar tidak ada kecurigaan masyarakat.
“Yang dibeli BJTB ber SNI mulai dari BJTB 8, 10 dan 12, setiap daerah hanya dua sampel diambil dari toko yang diacak lokasinya,” sebutnya.
Rudi menyebutkan, sample BJTB kemudian dibawa ke laboratorium sucofindo, apakah sesui dengan yang dipersyaratkan SNI. Hasil enam sample dari dua kabupaten dan satu kota semuanya lulus uji.
“Pengujian dilakukan dengan cara ditarik dan dilengkungkan, karena besi ini untuk keperluan pembangunan, untuk itu penting sekali hasil uji ini untuk masyarakat,” ucap Rudi.
BJTB yang diuji dan diambil samplenya oleh Disperindag Sulteng adalah BJTB polos bukan ulir. Dan besi yang ber SNI diambil samplenya, bukan besi banci atau tidak ber SNI. Pemilihan lokasi dua kabuten dan satu kota karena, kota Palu penduduknya banyak sebagai ibu kota provinsi, dan Banggai dipilih karena kabupaten maju yang ada di Sulteng, sedangkan Tolitoli mewakili wilayah utara Sulteng.
Rudi berharap dengan hasil besi BJTB lulus uji, masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir lagi saat membeli BJTB di toko untuk pembangunan. Dengan catatan besi yang dibelinya sudah ber SNI.
Rudi mengungkapkan, edukasi dan pengawasan barang beredar dilakukan dinas setiap tahun berbeda, tahun 2019 ini berdasarkan instruksi Kementerian yang dilakukan pengawasan BJTB, di 2018 lalu yang diuji lampu hemat energi. Sedangkan di 2020 mendatang belum ditetapkan.
“Baru tahun ini kami ekspos karena hasilnya bagus, jika hasilnya tidak lulus uji kami tidak ekspos agar masyarakat tidak khawatir,” tegasnya (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.