Bertemu Pasha, “Kegarangan” Ketua DPRD Palu Sirna

- Periklanan -

Wakil Wali Kota Sigit Purnomo Said bersama Ketua DPD Kota Palu Moh Iqbal Andimagga di Kantor DPRD Palu, Rabu (5/4). (Foto: Zainuddin Jacub)

PALU – Wakil Wali Kota (Wawali) Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu  mempersilakan DPRD untuk memeriksa anggaran perjalanan dinasnya.

Menurutnya tidak masalah jika dewan ingin mendalami sumber dana perjalanannya dinasnya.

”Kami di Pemerintah Kota itu sangat membuka ruang, persoalan apakah akan ada pengecekan dan pemeriksaan  tidak ada masalah,” kata Pasha di DPRD Palu, Rabu (5/4).

Dia mengatakan bukan kewajiban dia untuk menghalangi dewan melakukan pengecekan karena itu sudah ada aturannya. “Yang jelas satu perak pun tidak ada anggaran perjalanan dinas yang saya gunakan untuk pergi ke Singapura,” kata Pasha di ruang Ketua DPRD Palu.

Pasha saat memberikan keterangan didampingi Ketua DPRD Palu Muhammad Iqbal Andi Magga serta Anggota Komisi B Ratna Mayasari dan Anggota Komisi A Raodah, menyatakan, salah satu hasil dari kunjungannya ke luar negeri seperti Singapura dan Malaysia, Raja Pahang Malaysia sudah berniat memberi bantuan kepada UKM yang ada di Sulteng.

“Olehnya  saya sudah undang beliau ke Palu saat festival Pesona Palu Nomoni, di situ bantuan untuk Palu akan diberikan,” katanya.

Pasha menyatakan,  kembalinya dia ngeband  bersama Ungu bukan berarti dia akan meninggalkan kerjanya sebagai Wakil Wali Kota.

“Kembalinya  saya manggung sudah dibahas dengan sejumlah pihak termasuk ketua DPRD Palu. Malahan beliau (Iqbal Andi Magga) menyatakan sudah rindu kapan saya mengeluarkan album,” ujar Pasha.

Ketua  Dewan kehilangan kegarangan terhadap Pasha saat pertemuan itu yang dibuktikan dari pernyataan Iqbal yang tidak mempermasalahkan jika Pasha kembali ngeband.

- Periklanan -

“Asalkan tidak dilakukan pada hari kerja saya pikir tidak masalah,” kata Iqbal.

Padahal sebelumnya, Iqbal paling getol menyuarakan adanya pelanggaran atas aktivitas Pasha tersebut.

Menurut Iqbal setelah melakukan konsultasi, memang ada ruang bagi pejabat publik untuk menyalurkan apa yang menjadi kebiasannya.

”Kalau kebiasannya adalah menyanyi bisa disalurkan pada waktu-waktu yang tidak menyita jam kerja,” kata Iqbal.

Yang harus dilakukan Wawali kata Iqbal adalah tinggal memanfaatkan sisi positif dari ruang-ruang yang diberikan tersebut.

“Misalnya kami akan meminta Wali Kota menetapkan Wakil Wali Kota Sigit Purnomo Said sebagai duta busana dengan menggunakan batik Bomba saat melakukan konser,” kata Iqbal lagi.

Iqbal sendiri sempat terlihat kurang berkenan ketika wartawan akan menanyakan ke Pasha soal rencana dewan memeriksa anggaran perjalanan dinas Wawali.

“Ah itu urusan nanti jangan dulu bicara itu,” kata Iqbal.

Pasha sendiri datang ke DPRD Palu untuk menghadiri Rapat Paripurna penyampaian tanggapan akhir Walikota atas Sikap Fraksi DPRD terhadap Raperda Pemberian Nama Jalan dan Taman.

Pasha tiba di dewan pada pukul 11.00 dan langsung masuk ke ruang ketua Dewan. Sementara Iqbal baru muncul di dewan sekitar pukul 12.00 dan baru pada saat itu wartawan dipersilakan masuk untuk mewancarai Wakil Wali Kota.(zai)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.