Bertemu Gubernur, PDGI Sulteng Sampaikan Minimnya Dokter Gigi di Sulteng

- Periklanan -

PALU – Keberadaan dokter gigi dipandang penting dalam pembangunan kesehatan di suatu daerah. Dalam Rencana Jangka Menengah Pembangunan Nasional (RPJMN) juga telah diamanatkan peran dokter gigi. Di mana di satu daerah, diproyeksikan bahwa dari 100 ribu orang warga, harus ada 14 orang dokter gigi yang melayani.

Namun kenyataannya, hingga Tahun 2021, khusus Sulawesi Tengah, baru ada sekitar 203 orang dokter gigi. Hal ini tidak sebanding dengan jumlah warga Sulteng sebanyak 3 juta jiwa yang harus dilayani, di mana seharusnya ada 420 orang dokter gigi. Masalah ini dipaparkan Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sulawesi Tengah, drg Emma Sukmawati saat melakukan audiens atau tatap muka dengan Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusdi Mastura, Selasa (27/7/2021).

“Salah satu permasalahan di Sulteng terkait kesehatan, yakni jumlah dokter gigi yang ada belum disesuaikan dengan RPJMN 2025. Saat ini Sulteng baru memiliki 203 orang dokter gigir, idealnya dengan jumlah penduduk yang ada, harusnya ada 420 dokter gigi, karena perbandingannya 14 dokter gigi melayani 100 ribu masyarakat,” papar Ketua PDGI Sulteng.

Gubernur Sulteng saat berdialog bersama Ketua PDGI Sulteng dan para pengurus. IST

Dia pun berharap, kekurangan tenaga dokter gigi di Sulawesi Tengah ini, dapat menjadi perhatian, tidak hanya Pemerintah Provinsi saja, namun juga para Bupati/Wali Kota se Sulawesi Tengah, dengan membuka formasi penerimaan CPNS Tenaga dokter gigi yang memadai. Emma yang datang bersama pengurus inti PDGI Sulteng ini, menyampaikan bahwa kekurangan dokter gigi di Sulteng ini, tahun depan pelan-pelan mulai akan teratasi, dengan dibukanya Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Tadulako (Untad). Untuk itu, Emma meminta agar rencana dibukanya Fakultas Kedokteran Gigi Untad ini, mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dari Gubernur ulteng.

“Masalah kekurangan dokter gigi ini, kedepan pelan-pelan bisa teratasi dengan hadirnya fakultas kedokteran gigi. Karena kita lihat bersama, masih banyak Puskesmas di Sulteng ini belum miliki tenaga dokter gigi,” tutur mantan Kepala Dinas Kesehata Kota Palu ini.

- Periklanan -

Permasalahan lain, lanjut dia, terkait kesehatan gigi dan mulut, dari hasil kajian di Kota Palu dan Kabupaten Parimo, masuk 10 besar gangguan kesehatan di daerah tersebut. Hal itu cukup mengindikasikan, betapa pentingnya kesehatan gigi dan mulut di daerah ini. Di hadapan gubernur, Emma, yang juga pernah menjabat Ketua Cabang PDGI Sulawesi Tengah Periode 1999-2005, juga turut mengusulkan, Pemerintan Provinsi Sulawesi tengah melalui lembaga penelitian daerah, meneliti korelasi antara stunting (gagal tumbuh) dan kesehatan gigi/mulut pada anak dan balita.

“Ini pemikiran kecil kami, bagaimana masalah stunting yang masih jadi masalah pertumbuhan anak, diteliti apa ada hubungannya dengan kesehatan gigi dan mulut anak. Karena bisa jadi itu salah satu penyebab sehingga gizi sulit terpenuhi,” ungkap Emma.

Pihaknya juga mendorong, agar Sulawesi Tengah, bisa sama dengan daerah lain di Pulau Sulawesi seperti Makassar dan Manado yang memiliki Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut. Apa yang disampaikan tersebut, kata Emma, bentuk dukungan PDGI Sulteng dalam menyukseskan visi misi Gubernur Sulawesi Tengah, yakni meningkatkan pelayanan publik bidang kesehatan.

PENGURUS INTI : Ketua PDGI Sulteng, drg Emma Sukmawati bersama para pengurus PDGI Sulteng.

“Untuk itu lah kami datang bersilahturahmi menyampaikan bahwa keberadaan kami juga ingin turut menyukseskan program pemerintah daerah khususnya di bidang kesehatan, terlebih kesehatan gigi dan mulut, serta mensingkronkan program PDGI dan program pemerintah daerah,” jelas Emma sembari mengatakan, bahwa momen pertemuan dengan Gubernur Sulteng ini, juga sekaligus mengucapkan selamat secara langsung atas dilantiknya H Rusdi Mastura sebagai Gubernur Sulawesi Tengah.

Pengurus Wilayah PDGI Sulteng yang baru terbentuk di Tahun 2020 ini, selain dengan Pemerintah Daerah, juga siap bekerjasama dan berkolaborasi dengan seluruh stake holder lainnya, dalam bidang kesehatan di Sulawesi Tengah.

Secara khusus, Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdi Mastura menyambut baik apa yang disampaikan Ketua dan pengurus PDGI Sulteng. Hal ini pun kedepan akan menjadi catatan Gubernur, untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait. Gubernur juga menyampaikan dukungannya, terhadap program-program yang kedepan akan dijalankan PDGI Sulteng, termasuk kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.