Berkunjung ke Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Parigi Moutong

- Periklanan -

TERAPI: Warga melakukan terapi di air panas. Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutung. (Foto: Safrudin)

Mendengar nama desanya saja pasti sudah ada gambaran tentang keunikan desa ini. Yaps, benar, di desa ini ada sumber air panas alami yang bisa dinikmati siapapun. Silahkan datang!!!

Laporan: Safrudin


Untuk sampai ke Desa yang terletak di kaki gunung ini cukup mudah. Selain karena hanya berkisar 6 KM dari Ibu Kota Parigi Moutung, Desa yang mayoritas penduduknya petani ini juga bisa dicapai dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika ditempuh dari Parigi, sekitar 2 KM ke arah Poso akan sampai di Desa Pambalowo, tepat dipersimpangan pertama di Desa Pambalowo belok kanan ke arah Barat, sekitar 4 KM ke arah Barat, akan melewati Desa Kayuboko, Desa Air Panas tepat setelah Desa Kayuboko.

Meskipun hanya beberapa jam berada di Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, saya berkesempatan untuk melakukan terapi air panas yang menurut masyarakat sekitar memiliki beragam manfaat.

Dari cerita masyarakat lokal, Air Panas yang terdapat di beberapa titik di Desa tersebut memiliki kandungan Belerang sebagai penyebab panasnya.

“Kalau cerita disini, di bawah tanah di Desa sini ada banyak kandungan Belerang,” terang warga, Aco kepada media ini.

Kepala Desa Air Panas, Ruslin Dg Paha membenarkan hal tersebut. Ruslin menceritakan, tahun 2015 pernah ada peneliti dari Bandung yang meniliti penyebab panasnya air di beberapa titik di desanya itu.

“Katanya peniliti lalu yang masih saya ingat, dibawah tanah sini ada belerangnya,” kata Kepala Desa Air Panas, Ruslin Dg Paha.

- Periklanan -

Meskipun belum terkelola dengan baik, air panas di desanya itu sering dijadikan tempat terapi maupun pengobatan-pengobatan alternatif bukan hanya masyarakat dari desa-desa tetangga, bahkan ada yang datang dari luar daerah untuk datang berobat. Menurut cerita Rusli, sudah sering kali orang yang terkena penyakit stroke datang sekedar dengan air panas di wilayahnya itu. Bahkan Rusli menceritakan Camat Parigi Barat, Syamsul Latandu juga melakukan terapi di desanya untuk mengobati stroke ringannya hingga sembuh.

“Sudah banyak orang yang berobat disini. Lalu ada orang yang datang dari Jawa kesini tiap sore untuk berendam. Pernah juga Camat Palu Barat berobat disini,” katanya.

Sebenarnya bukan hanya untuk mengobatan stroke saja manfaat dari berendam air panas. Merendam kaki di air panas juga bisa merilekskan ketegangan-ketegangan otot.

Ruslin punya cerita unik untuk membesarkan keunikan air panas di desanya itu agar menjadi kawasan wisata.  Masih dari keterangan Ruslin, menurutnya setiap kali di kawasan tersebut akan dijadikan tempat wisata, selalu ada kejadian alam yang seakan-akan tidak sepakat agar tempat tersebut.

“Kalau sudah mulai ramai lagi itu tempat air panas, langsung ada angina kencang, guntur, biasa juga hujan deras sekali,” ungkap Kades yang sudah dua periode itu.

Karena hal itulah hingga saat ini tidak ada pengelolaan yang serius untuk menjadikan titik penampungan air panas itu sebagai tempat wisata.

Ada beberapa titik yang menjadi pusat air panas di Desa Air Panas ini. Tempat yang sangat panas ialah berbentuk kubangan namun kubangan itu kini sudah dirambati rerumputan liar. Selain di kubangan tersebut, di bawah jembatan yang berada di Desa Air Panas itu, airnya juga terasa panas. Tempat inilah yang jadi favorit untuk merendam kaki sebagai terapi. Selain dua tempat umum tadi, di beberapa rumah warga juga memiliki air yang panas. Air panas tersebut tidak hanya pada siang hari. Bahkan pada malam dan pagi hari airnya juga terasa panas.

“Anak-anak kalau mauke sekolah, tidak ada alas an tidak mau mandi karena airnya dingin,”kata Ece, salah satu warga yang ditemui.

Hingga saat ini, pemerintah desa setempat berharap perhatian pemerntah untuk mengelolah kawasan yang sudah menjadi asset Pemda itu agar pengelolaannya ditindaklanjuti. Sehingga juga bisa bermanfaat ekonomis bagi masyarakat di Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat itu. (**)

- Periklanan -

1 Komen
  1. Safrudin Komentar Pengunjung

    Potensi wisata jika dikembangkan

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.