Berkembang Biak, Buaya di Teluk Palu Lebih dari 20 Ekor 

- Periklanan -

Buaya menamppakn diri di dekat nelayan di muara sungai Teluk Palu, Kamis (2/2). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Jumlah Buaya di muara teluk semakin banyak, kemungkinan populasinya dapat terus bertambah. Tidak main-main, saat ini jumlah buaya tersebut mencapai 20 ekor, dan salah satunya buaya dengan ban di leher yang sempat menjadi viral di masyarakat.

Kepala BKSDA Ir Syihabuddin mengatakan jumlah tersebut di peroleh setelah dilakukan inventarisasi atau pendataan buaya-buaya tersebut, tidak main-main buaya tersebut berjulah 19 ekor. “Dengan jumlah yang bisa dikatakan sangat banyak kami tidak bisa berbuat apa-apa karena memang habitatnya disitu,” ucapnya.

- Periklanan -

Pendataan tersebut dilakukan setelah viral buaya dengan ban di leher, dengan menyisir seluruh pinggiran sungai, dengan waktu yang cukup lama. Diperkirakan jumlah tersebut dapat terus bertambah karena buaya terus berkembang biak. “Kami juga dibantu oleh LSM yang datang dari jakarta lalu untuk mencari data jumlah buaya,” ungkapnya.

Syihabuddin menambahkan jika BKSDA menangkap buaya-buaya tersebut tidak ada tempat untuk menampungnya, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati berada di sekitar muara teluk palu. “Bagi masyarakat yang bermukim di sekitar sungai sebaiknya berhati-hati jangan sampai ada korban buaya,” himbaunya.

Sebenarnya buaya tidak akan menyerang manusia jika tidak diganggu atau sedang bertelur. Karena selama ini buaya yang di sungai palu sangat dekat dengan masyarakat, dan hanya 1 kali menyerang karena merasa terganggu. “Kejadian penyerangan nelayan yang terjadi waktu itu karena buaya tidak sengaja terkena jaring nelayan yang sedang menjaring ikan, sehingga nelayan tersebut digigit,” jelasnya.

Syihabuddin menjelaskan karakteristik buaya Sulteng sangat mudah dikenali dengan model gigitan penyerangan, yaitu menggigit bagian siku kedua tangan, lutut kedua kali dan bagian tengkuk leher manusia. “Jadi buaya Sulteng tidak mau memakan manusia hanya di gigit dan lumpuhkan saja, sebagai pertahanan diri apa lagi saat menjaga telurnya,” jelasnya. (umr).

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.