Berkata Kotor di Medsos, Kadis Perindag Touna Dipolisikan

- Periklanan -

PALU – Merasa dihina dan dicemari nama baiknya, mantan Ketua DPRD Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Samsurijal Labatjo mengadukan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Touna ke Polda Sulteng. Hal itu dipicu komentar Kadis Perindag Touna di media sosial, yang memaki Samsurijal Labatjo dengan kata-kata kotor.

Secara resmi Samsurizal yang didampingi Kuasa Hukumnya, Dicky Patadjenu SH telah membuat laporan di Polda Sulteng Senin (22/6/2020). Sejumlah bukti screenshot percakapan antara dirinya dan Kadis Perindag Touna, Moh Kusno, juga diberikan kepada penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Dalam aduan ini, Samsurijal pun dimintai keterangan awal oleh penyidik. Usai memberikan keterangan kepada penyidik, secara khusus kepada Radar Sulteng, mantan Ketua DPRD Kabupaten Touna ini menjelaskan, awal mula hingga dirinya membawa kasus ini ke ranah hukum.

Dia menyebutkan, beberapa hari sebelumnya, dia kerap membaca status maupun komentar Moh Kusno di media sosial facebook yang cenderung menyerang pribadi sejumlah warga Touna. Puncaknya pada tanggal 16 Juni, sekitar pukul 18.42 wita, Samsurijal mencoba untuk mengingatkan Kusno, yang juga pejabat publik agar berkata-kata yang lebih santun lagi.

“Saya ikut berkomentar di salah satu status miliknya, dengan kalimat ‘mau jadi apa daerah kalau pejabat dan
masyarakat berdebat seperti preman’. Namun dia tidak terima, malah memaki saya dengan kata-kata kotor,” terang Ijal, sapaan akrabnya.

Apa yang disampaikan kepada Kusno pun hanya berupa masukkan, karena Ijal mengaku, punya tanggungjawab moril sebagai salah satu tokoh di Kabupaten Touna, melihat tindakan pejabat yang berperilaku tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Dia pun menyayangkan, perkataan Moh Kusno tersebut, karena tidak hanya menyerang kepada pribadi namun juga menyebut akun dengan nama Pione Tadulako yang dipakai Samsurijal, dengan sebutan yang tidak pantas.

- Periklanan -

“Akun facebook nama Pione Tadulako itu saya yang pakai, karena saya Ketua Pajero Indonesia (Pione) Tadulako dan dia tahu itu saya, karena dia juga menyerang pribadi saya dengan menyebut tidak berpendidikan,” sebut Ijal sembari menambahkan bahwa Pengurus Pione Pusat dan seluruh Indonesia juga tersinggung dengan komentar Kusno tersebut.

Perbuatan yang dilakukan Moh Kusno sendiri, dinilainya sudah keterlaluan, hingga harus diberikan pembelajaran lewat jalur hukum. Sehingga kedepan tidak ada lagi pejabat yang seenaknya di kehidupuan sosial maupun di media sosial berkata-kata kotor, menghina maupun menyerang pribadi masyarakat. “Pejabat itu seharusnya menjadi contoh dan panutan. Saya sebagai orang Touna juga malu kalau ada pejabat Touna yang bicaranya seperti itu,” tandas Samsurijal.

Sementara itu, Dicky Patadjenu selaku kuasa hukum, berjanji akan mengawal kasus ini untuk diseriusi aparat kepolisian. Sebab, seharusnya pejabat bisa menjadi contoh untuk bijak bermedia sosial bukan malah sebaliknya. Dan apa yang dilakukan Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Touna ini, murni telah melanggar undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman di atas empat tahun penjara.

“Kami berharap kepolisian bisa serius memproses kasus ini. Klien kami tadi sudah memberikan keterangan awal kepada penyidik, dan selanjutnya kasusnya akan kami kawal,” kata Dicky.

Dikonfirmasi terpisah terkait laporan Samsurijal Labatjo ke Polda Sulteng, Kepal Dinas Perindag Touna, Moh Kusno mengatakan, bahwa awalnya sama sekali tidak mengetahui akun bernama Pione Tadulako adalah milik Samsurijal Labatjo. Setelah mengetahui bahwa itu adalah Ijal, maka Kusno mengaku langsung menelpon dan meminta maaf kepada mantan Ketua DPRD Touna itu.

“Kemarin Saya tiga kali telpon dia. Dan saya sudah minta maaf. Saya pikirnya akun atas nama Pione Tadulako itu akun palsu seperti yang banyak menyerang saya, jadi saya kelepasan berkomentar seperti itu,” ungkap Kusno.

Ditanya soal laporan polisi yang sudah dibuat oleh Samsurijal, Kusno enggan berkomentar. Dia pun kembali menegaskan, bahwa dirinya secara pribadi telah meminta maaf kepada Samsurijal. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.