Berharap Pemancing yang Tenggelam masih Bisa Ditemukan

- Periklanan -

Tim Basarnas Kantor SAR Palu yang melakukan pencarian korban tenggelam, Selasa (9/5). Pencarian dilakukan dari Muara Sungai, menyisir perairan Teluk hingga wilayah Watusampu. Namun pencarian tersebut belum menuai titik terang. (Foto: Mugni Supardi)

PALU-Pencarian pemancing korban bernama Ismul alias Jambo (26), warga Kelurahan Kawatuna, yang tenggelam di muara sungai Palu terus dilakukan. Kekuatan tim gabungan yang terus ditambah, baik dari Basarnas, Pol Airut, Tagana dan Senkom. Dengan tiga perahu boat dan satu perahu rigid di pencarian hari keempat masih nihil.

Sementara dari pihak keluarga korban telah mengikhlaskan. Namun tetap berharap agar korban segera ditemukan.

Menurut Ruslan, kakek dari korban, bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan apa yang telah terjadi tersebut. Dengan adanya bantuan dari tim Sar gabungan pihak keluarga tentunya sangat berterima kasih. “Keluarga sudah melakukan tahlil yang sudah berjalan dua hari, tentunya keluarga sudah mengikhlaskan korban, yang jelas korban sudah meninggal, dan keluarga sudah siapkan proses pemakamannya setelah korban sudah ditemukan,“ ujarnya, Kamis (11/5) di lokasi kejadian.

- Periklanan -

Ruslan menambahkan, untuk pihak keluarga tentunya sangat kehilangan. Terutama istri dan satu anak angkat yang baru berusia 5 tahun. Mereka sangat bersedih dengan peristiwa yang menimpa korban. “Bagaimana pun bentuk korban intinya bisa ditemukan,” tambahnya.

Ketua Tim pencarian dalam hal ini dari Basrnas, L Fangohoi menyatakan untuk proses pencarian yang dilakukan, pada hari keempat unsur yang terlibat dalam pencarian tim Sar gabungan dari Pol Airut, Basarnas, Tagana dan Senkom.

“Penyisiran pencarian sudah maksimal dilakukan yaitu masih dalam arena teluk Palu, akan tetapi sampai hari ini, pukul 15.00 Wita hasil pencarian masih nihil,” ungkapnya.

Untuk target yang dilakukan oleh Basarnas, tentunya sudah di tetapkan sesuai dengan SOP. Di mana ada tingkatan operasi maksimal dan juga minimal. Biasanya kata dia, empat sampai lima hari, dan untuk maksimal sampai 7 hari pencarian. “Dan bila belum ada tanda penemuan korban pencarian, bisa saja tidak dilakukan, akan tetapi kita melakukan pemantauan dan apabila ada tanda menemukan titik korban maka pencarian bisa kembali dilakukan,“ kata Fangohoi.

Basarnas bahkan akan mengimbau, kepada penduduk sekitar pesisir pantai teluk Palu, dan pihak kelurahan yang masuk di sekitaran wilayah teluk Palu ini. “Bila melihat benda yang mencurigakan dapat langsung melaporkan kepada tim yang sedang berjaga,“ jelasnya. (cr3)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.