Berburu Gas Subsidi di Kota Palu

- Periklanan -

PALU  – Pangkalan diminta untuk selektif menjual gas elpiji 3 kilogram, agar tepat sasaran. Sebab, masih saja ditemukan pangkalan menjual gas subsidi tersebut kepada pelaku usaha menengah ke atas.

Ilustrasi. (Foto: Arwansyah)

Pihak agen sendiri, mengeluhkan masih banyaknya pangkalan yang menjual gas 3 kilogram tidak tepat sasaran.  Sehingga, meski pengantaran gas elpiji 3 kilogram dilakukan dengan lancar, namun tetap saja ada masyarakat yang tidak mendapat jatah.

“Pokoknya pengecer sama usaha menengah ke atas istilahnya yang kayak restoran, rumah makan, Warkop paling banyak mereka menggunakan 3 kilogram, dia sekali pake 20 tabung, kandang ayam itu satu hari juga bisa pakai sampai 10 tabung per hari, laundry pake gas juga, itu  tidak bisa lagi sebenarnya,” ungkap Manager Pemasaran PT Firmada Akui Utama, Abdul Razak, sebagai salah satu agen elpiji 3 kilogram.

- Periklanan -

Selain itu bukan hanya masyarakat kota, kebutuhan masyarakat di kabupaten yang berdekatan dengan Kota Palu pun, akan mencari gas di dalam kota. Razak menambahkan, pihaknya pernah didatangi tim dari Dinas Perdagangan Perindustrian yang melakukan pemantauan dan mendapat informasi akan ada rancangan peraturan terkait penggunaan gas yang peruntukan sebenarnya.

“Banyak yang bermain, ada juga pernah salah satu warkop secara personal lewat telpon bilang antarkan dulu saya gas. Banyak sekali permintaan secara personal begitu, itu juga yang bikin habis itu dari luar kota, kalau mereka kosong, lambat pengantaranya, mereka pasti lari ke kota, karena mereka tahu di kota itu ada terus,” tuturnya.

Untuk pihak agen sendiri lanjut dia, sulit untuk berbuat menyimpang, karena memang pengawasan yang ketat dilakukan Pertamina, lewat sistem monitoring elpiji 3 kilogram. Setiap hari agen melaporkan ke Pertamina secara online, berapa jumlah yang didistribusikan ke pangkalan.

“Jadi tidak hanya di laporan, tapi mereka lihat langsung, misalkan pangkalan A ada diantar 50 tidak sesuai laporan, jika ada selisih, saat kita mau ngisi lagi di Pertamina kita tidak dilayani, kalau sudah tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan,” jelasnya. (cr6)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.