Berbahaya, Jangan Gunakan Kemasan Warna Warni untuk Makanan!

- Periklanan -

Ilustrasi (@jalbungplastik.com)

PALU – Kepala Badang Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Daerah Sulteng, Drs Safriansyah Apt Mkes mengimbau agar jangan menggunakan kemasan plastik yang tidak memiliki tanda food grade atau plastik yang berwarna warni untuk membungkus makanan.

Kata dia, untuk kemasan pangan disyaratkan harus food grade. Yaitu wadah yang bisa digunakan untuk mengemas pangan. Plastik yang tidak food grade dikhawatirkan saat produksinya mengandung zat-zat berbahaya yang akan masuk ke dalam makanan. “Contohnya plastik keresek yang berwarna warni terutama warna hitam,” ujarnya.

Plastik-plastik tersebut merupakan hasil daur ulang dari limbah plastik yang memiliki kandungan bermacam-macam. Seperti timbal dan zat-zat toksit lainnya. “Plastik yang sudah dibuang kemudian didaur ulang untuk membuat kemasan baru, jelas mengandung bermacam-macam zat,” terangnya.

- Periklanan -

Terutama makanan berupa cairan panas dan mengandung lemak yang mudah sekali menyerap zat-zat racun dalam kemasan. Pasalnya dalam keadaan panas, zat-zat dalam kemasan itu mudah larut dan akhirnya mempengaruhi makanan.

Dianjurkan adalah plastik atau kemasan yang berwarna bening dan memiliki tanda food grade.

Sementara, terkait dengan surat edaran tentang kemasan pangan tersebut, Safriansyah menjelaskan, bahwa hal itu tidak hanya sekadar imbauan melainkan juga dilakukan pengawasan langsung oleh kementerian perindustrian dan perdagangan.

Kementerian tersebut pun akan memberi tindakan kepada pihak atau siapa saja yang memproduksi kemasan tetapi tidak memenuhi syarat untuk mengemas pangan. “BPOM hanya melakukan pengujian saja, apakah kemasan itu layak untuk dikemaskan makanan atau tidak. Yang kewenangan rekomendasi adalah kementerian perindustrian dan perdagangan,” pungkasnya. (jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.