Berbagai Upaya Pemprov Sulteng Mengantisipasi Penyebaran Virus Corona di Sulteng

- Periklanan -

PALU-Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (KIPS) Provinsi Sulawesi Tengah(Sulteng), Faridah Lamarauna, SE, M.Si, dalam wawancaranya dengan Radar Sulteng, Selasa (24/3), meneruskan instruksi dan perintah Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, mengatakan, sebenarnya penanganan virus Corona (Covid-19) di Sulteng itu sudah ditangani secara baik, bukan hanya oleh Dinas KIPS tetapi Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB, dan Biro Organisasi, dan Biro Humas Protokoler Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng sudah melakukan apa yang menjadi perintah dari atas/pimpinan.

“ Bahkan hari ini Bapak Gubernur dengan Bapak Presiden sedang berbicara melalui video conference, beserta gubenur lainnya, ada 34 gubernur di Indonesia. Tentunya dalam rangka bagaimana menghadapi Covid-19 ini, “ kata Faridah.

Dijelaskan Faridah, penanganan Covid-19 sejauh ini telah berjalan dengan baik, dan ada enam kabupaten yang dinyatakan zero OPD maupun PDP Covid-19. “ Alhamdulillah kita di Sulteng ada enam kabupaten yang zero Covid, yaitu Kabupaten Donggala, Buol, Banggai, Bangkep, Balut dan Morowali, jelasnya, “ terangnya.

Kemudian tujuh kabupaten kota yang masih dalam pengawasan dan ada yang sudah pasien (PDP). Kita semua berdoa, semoga yang sudah masuk dalam PDP itu ada tujuh orang. Faridah berharap, mudah-mudahan saja tidak dinyatakan positif setelah dilakukan pemeriksaan.

Diuraikannya, wilayah Sulteng memang sudah dikepung pandemik Covid-19 di wilayah-wilayah tetangga, seperti Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), dan Sulawesi Utara (Sulut). Maka mari kita sama-sama berdoa, semoga Sulteng ini bebas Covid. Adapun warga Sulteng yang masuk PDP itu tidak positif sebagai pasien yang terdampak Covid-19 itu.

Mengenai Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Sulteng, sudah ada surat edaran Gubernur yang mengatur bahwa kita tetap menjaga kebersihan, kita tetap menjaga kesehatan, dan kita tetap menjaga jarak. Bahkan sekarang bukan hanya sosial distancing lagi, tetapi sudah phisikal distancing.

“Kalau bisa, kita tidak perlu bertemu muka. Karena penyebaran virus ini begitu cepat dan laju, sehingga untuk ASN kami sudah laksanakan aturannya yaitu jam masuk kantor, sudah kami teken. Memang di surat gubernur itu disamapaikaan untuk eselon II dan III lebih banyak ke kantor, “ sebutnya.

Selanjutnya yang hamil perlu dipertimbangkan, begitu juga ASN yang usianya di atas 50 tahun, juga penyakit-penyakit bawaan misalnya gula darah tinggi, darah tinggi, dan ada beberapa penyakit yang ditetapkan dari situ bisa bekerja dari rumah, tetapi dengan catatan betul-betul berada di rumah, dan kemudian sewaktu-waktu ketika dibutuhkan siap, dan diminta semua HP harus diaktifkan semua. Karena administrasi kantor juga harus jalan. Tidak bisa diputuskan sama sekali untuk tidak berkantor, maka kami yang eselon II dan eselon III itu harus ada di kantor.

- Periklanan -

“Hari ini kita juga Insya Allah akan ada videocom dengan Menteri Kominfo, sekitar pukul 14.00 Wita untuk menyampaikan berbagai hal terkait penanganan Covid-19 yang ada di Sulteng, ” sebut Kadis.

Sedangkan ASN yang sudah berada di luar daerah karena perjalanan dinas, mereka juga pulang diperiksa. Kan sekarang di bandara-bandara sudah ada pemeriksaan. Kami pun menyadari betul-betul jika satu orang terdampak dengan virus tersebut akan sangat cepat penyebarannya. Maka kami semua hampir rata-rata di OPD itu tidak melakukan perjalanan dinas. Kami menjaga jangan sampai Sulteng ini terjangkit Covid-19 yang sangat berbahaya ini.

”Kebetulan mereka yang sempat di bandara itu sudah diperiksa, kemudian dalam sebulan perjalanan dinas keluar daerah sebenarnya tidak secara otomatis dilarang. Tetapi kami sadar sendiri kita harus menjaga diri kita sendiri dan menjaga keluarga kita, juga menjaga masyarakat Sulteng supaya tidak terdampak Covid 19 ini, “ paparnya.

Mengenai absen ASN Pemprov Sulteng apakah dilakukan dengan absen finger atau e-absen ? Mengenai ini, sudah ada peringatan tidak dilakukan apel pagi dan apel siang, karena saat apel itu jadi tempat pertemuan para ASN yang melibatkan banyak orang.

“Bayangkan di dinas kami ini misalnya ada 100 orang, kita tidak tahu sekarang siapa yang sudah terdampak dan siapa yang belum. Jadi kita saling menjaga. Alhamdulillah bapak Gubernur begitu cepat mengantisipasi hal ini, ujarnya.

“ Sudah dua atau tiga minggu berselang edaran ini keluar dari bapak Gubenur untuk tidak melakukan apel pagi dan apel sore. Nah untuk absen kami disini melakukan absen manual. Dalam surat yang saya katakan tadi yang akan ditandatangani itu juuga disampaikan melakukan absen secara manual, tidak lagi finger atau e-kontak, kita sekarang secara manual. Itupun secara manualnya per absen per lembar, karena kita takutnya, tetapi kita menjaga, “ ungkapnya.

“Dengan kebijakan absen perorang begini, saya sudah absen, terus yang lain juga sudah absen. Ini juga sama halnya kita lakukan absen finger begitu. Karena dari orang ke orang sudah pegang juga. Jadi kami absen itu satu lembar begini, terus yang satu lagi satu lembar. Betul-betul kami berusaha supaya virus itu tidak masuk di sini, melalui absen. Kita berdoa sama-sama supaya virus itu tidak masuk, “ tambahnya.

Ia memuji tindakan cepat Gubernur yang sangat konsern terhadap masyarakatnya. “Pak gubernur kemarin sudah sempat mengunjungi teman-teman dokter yang ada di rumah sakit, memberikan motivasi dan semangat bahwa sudah banyak dokter yang sudah meninggal. Tentu ini menjadi satu pukulan buat mereka. Tetapi Alhamdulillah bapak gubernur sudah berkunjung ke rumah sakit menyampaikan motivasinya, “ pungkasnya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.