Berawal dari Medsos, Komunitas Mualaf Palu Terbentuk

- Periklanan -

PALU – Banyak cara untuk belajar. Termasuk belajar ilmu agama. Seperti yang dilakukan para mualaf yang tergabung dalam Komunitas Mualaf Kota Palu. Senin (5/3) kemarin, mereka berkumpul di Masjid Al Aisyah, Jalan WR Supratman, Kelurahan Lere, Palu Barat.

Pertemuan Masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Mualaf Palu di Masjid Al Aisyah, Senin (5/3). (Foto: Dwi Rahmat Ramadhan)

Berkumpulnya para mualaf, yang tergabung dalam komunitas ini, merupakan kali pertama, setelah masing-masing mualaf ini, saling mengenal di media sosial (Medsos).

Panitia Penyelenggara kegiatan pertemuan mualaf ini, Fika, menuturkan, kegiatan mereka ini selain mempererat silahturahmi sesama mualaf,  komunitas ini juga bertujuan untuk sama-sama belajar ilmu agama Islam.

“Hari ini pertemuanya hanya sebatas tatap muka sama teman-teman yang tertarik dengan komunitas ini setelah sebelumnya hanya saling kenal melalui Facebook,” ujarnya.

Lanjut, Fika, Komunitas ini sendiri atas ide dari kerabatnya yang merupakan salah satu mualaf di Kota Palu. Dalam komunitas ini lanjut dia, tidak hanya yang mualaf saja yang boleh bergabung, namun bagi semua yang ingin memperdalam pengetahuan tentang agama islam.

- Periklanan -

“Ide ini sendiri lahir dari teman saya, Nita Pangkey, beliau adalah seorang mualaf dan ingin belajar agam islam lebih dalam lagi sehingga dirinya berinisiatif untuk membentuk komunitas ini dengan alasan untuk jadi wadah tempat belajar,” lanjutnya.

Hal ini pun juga dibenarkan Henita Pangkey, dirinya mengaku masih belum sepenuhnya memahami syariat-syariat dalam Islam, dan dengan dibentuknya Komunitas Mualaf Tersebut maka bisa menjadi tempat belajar bagi orang-orang mualaf sepertinya.

“Ini merupakan satu wadah bagi kami yang ingin belajar agama khusunya bagi teman-teman yang mualaf, dan untuk meningkatkan kapasitas dalam bentuk membaca da tulis quran, dan untuk lebih mempermantap keyakinan kita pada Agama Islam,” terangnya.

Henita pun saat ini telah dipilih dalam forum kemarin untuk menjadi Ketua Komunitas Mualaf Kota Palu. Adapun komunitas ini mendapat simpati atau dukungan  dari Pemerintah Kota Palu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para tokoh Agama Islam yang ada di Kota Palu.

“Saya sudah menghadap Wali Kota dan beliau meminta saya untuk membuat struktur organisasinya,” tutupnya

Siti Nurlaila misalnya, dirinya mengaku sudah menjadi Mualaf semenjak tahun 1996 dan sampai sekarang dia masih ingin belajar atau memperdalam lagi agama islam. Dirinya juga berharap ke depanya khsusnya yang mualaf sepertinya bisa belajar tentang islam lebih banyak lagi. “Ya mudah-mudahan dengan adanya komunitas ini saya bisa belajar banyak terutama mengenai baca tulis Al-quran,” tandasnya.

Dari pantauan Koran ini ada juga bapak-bapak yang ikut serta dalam Komunitas Mualaf Kota Palu ini. Adapun peserta yang hadir dalam pertemuan tersbut berkisar 17 orang mulai dari kalangn orang tua hingga remaja, acara kegiatan yang berlangsung 4 jam tersbut juga di hadiri oleh Sekretaris Umum MUI Kota Palu, H Munif Aziz Godal. (cr8/cr9)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.