Belum Terima Seragam, Ortu Siswa Lapor MAN 2 Palu ke Ombudsman

- Periklanan -

PALU – Salah seorang Wali murid, Kamis (3/8) mendatangi kantor Ombudsman guna melaporkan keluhannya terkait pengadaan seragam sekolah dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Palu. Hal tersebut dilaporkan karena tidak adanya kejelasan dari pihak sekolah untuk memberikan seragam yang sudah dibayar para orang tua murid khususnya murid kelas 1.

“Seluruh orang tua murid sudah mengeluh karena sudah dua bulan sejak dibayarkan seragam juga tidak datang, tidak ada juga informasi yang jelas, kalau ditanya jawabannya cuma nanti. Sehingga semua orang tua wali murid ini pada komplain cuma belum ada orang tua yang buat satu aksi,” ungkap salah seorang Wali Murid yang tidak ingin dikorankan namanya.

Dia juga menambahkan, sebagai orang tua murid dia, telah melaksanakan kewajibannya untuk melunasi biaya seragam sekolah itu sebesar Rp 1.100.000 dan dibayarkan ke panitia penerimaan siswa baru MAN 2 Palu. Oleh karena itu, bagi dia ini adalah langkah tegas yang diambil guna memberikan efek jera kepada pihak sekolah.

“Apakah ini suatu permainan saya tidak mengerti, dan saya cek kemarin informasi dari guru di sana juga, ternyata di tahun ajaran kemarin masih banyak juga yang belum dapat seragam. Saya khawatir akan terjadi lagi seperti itu,” sambungnya.

- Periklanan -

Dirinya juga mengatakan, jika laporannya itu, telah masuk dan akan dipelajari oleh Ombudsman. Atas kejadian itu, anaknya hingga saat ini masih menggenakan seragam SMP saat beraktivitas di sekolah.  “Kita ini sebenarnya butuh kejelasan, belum lagi kepseknya susah untuk ditemui. Kasian juga liat anak-anak, kegiatan sampai jam 6 baru baju yang habis dipake itu di cuci lagi untuk dia pake besoknya. Jadi maksudnya saya dengan adanya seperti ini ada efek jera buat oknumnya,” tegasnya.

Pihak Ombudsman melalui Bidang Verifikasi Laporan, Aswin membenarkan, adanya laporan terkait hal itu ke Ombudsman. Hanya saja untuk bagaimana isi laporannya, Aswin belum bisa memberikan keterangan lebih jauh, “Kalau terkait melapor, iya memang ada yang datang tadi cuma kalau terkait substansinya belum bisa kami simpulkan, itupun kami masih butuhkan kelengkapan data untuk persyaratan melapor ke kami, jadi belum bisa kami putuskan karena masih butuh data dari dia,” kata Aswin.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah MAN 2 Model Palu, Muhammad Fadli menjelaskan, pihaknya sudah memesan seragamnya dan hanya  berharap dari konveksi pembuatan seragam sekolah. Sampai sekarang juga seragam itu belum tiba. Dirinya mengakui, kalau memang ada orang tua murid yang mengeluhkan keterlambatan pakaian seragam ini merupakan suatu kewajaran, pihak sekolah juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena memang pesannya sama orang lain.

“Kalau yang saya konfirmasi dengan yang buat dia janjikan ke saya minggu depan, tapi kalau ada terjadi masalah pasti kita tuntut lah, karena memang ada perjanjian, tetapi kalau memang ada masalah seperti bahannya kurang ya kita tidak bisa buat apa, karena bukan buat satu dua lembar saja ini, ” jelas Muhammad Fadli dihubungi via telepon kepada Radar Sulteng, Kamis (30/8).

Dia menambahkan, seragam MAN 2 Palu itu, memang sengaja didesain khusus. Jadi seragamnya tidak ada dijual di pasaran. Kata dia, ada gambar tadulako yang harus dicetak pada seragam tersebut. “Kalau memang ada keterlambatan memang yang namanya pedagang janji ke kita cepat, tetapi begitu ditagih alasannya kanan kiri, ya mau di apa kita hanya berharap sama mereka,” sebut Muhammad Fadli. (win/acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.