Belum Lunasi BPIH, Ratusan CJH Palu Terancam Gagal Berangkat

- Periklanan -

Ilustrasi (@Radar Sulteng)

PALU – Memasuki pekan terakhir pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk kuota Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Palu, masih tersisa 216 orang belum melunasi BPIH. Diberitakan sebelumnya bahwa batas akhir pelunasan BPIH tahap awal hingga 5 Mei mendatang.

“Sampai saat ini, baru 555 yang melunasi BPIH. Sisanya 216 belum lunas,” ungkap Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Palu, Abd Mun’im Godal kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (27/4).

Dengan waktu yang tersisa tinggal sepekan lagi, Mun’im meminta CJH yang nomor porsinya sudah masuk untuk berangkat menyelenggarakan ibadah haji tahun ini, segera menyelesaikan BPIH di Kantor Kemenag melalui pelayanan satu atap maupun datang langsung ke bank penerima pelunasan BPIH.

Dengan jumlah CJH yang ratusan orang belum melunasi BPIH, Mun’im menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menginformasikan kepada CJH, baik melalui media massa maupun dengan sistem door to door atau datang langsung ke rumah CJH yang bersangkutan.

- Periklanan -

“Ketika didatangi, alamat rumah sebagian besar jamaah yang belum melunasi, sudah tidak sesuai dengan alamat yang ada dengan kami,” terangnya.

Sehingga kata Mun’im, pihaknyha kehilangan komunikasi dengan CJH tersebut. Bahkan nomor telepon CJH yang ada di Kemenag juga tidak bisa lagi dihubungi.

Sekali pun demikian, Mun’im mengatakan akan tetap berupaya menginformasikan kepada 216 CJH yang belum melakukan pelunasan. “Jika BPIH-nya tidak dilunasi, tidak bisa diberangkatkan,” tegasnya.

Sementara bagi CJH yang sudah melunasi, Mun’im mengimbau agar segera menyetor bukti pelunasan beserta paspord ke Kemenag Kota Palu untuk keperluan pembuatan visa yang nantinya akan digunakan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Berkaitan juga dengan makin maraknya jasa-jasa yang menawarkan kepada CJH untuk membantu melunasi BPIH dan kepengurusan haji lainnya, Mun’im meminta untuk tidak menggunakan jasa tersebut.

“Diharap jamaah sendiri yang melakukan proses-proses tersebut. Sehingga tidak dirugikan oleh calo. Jangan sampai ada lagi jamaah yang tertipu seperti sebelum-sebelumnya,” ujarnya mengingatkan.

Selain untuk menghindari penipuan, hal tersebut juga untuk kepentingan CJH, sehingga bisa selalu memperbaharui informasi terkait haji. “Kalau datang langsung ke kantor Kemenag, bisa langsung bertanya informasi tentang haji yang belum diketahui,” demikian Mun’im. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.