Belum Jelas Waktu Pembayaran Upah Pekerja Padat Karya

- Periklanan -

BERSIHKAN JALAN: Peserta Program Padat Karya membersihkan trotoar jalan di dalam kota Kalu beberapa waktu lalu. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Upah peserta program padat karya di Kota Palu, tahun 2017 ini akan dikurangi. Hal itu dilakukan karena adanya pengurangan jam kerja dan hari kerja.

“Kan sudah diwacanakan sebelumnya. Ke depan, mekanisme kerja mereka (peserta padat karya, red) tidak full day lagi,” kata Kadis Sosial Kota Palu, Nursalam Abas, ditemui di kantornya Jalan Bantilan, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Rabu (11/1).

Terhitung mulai 2017, wewenang pengelolaan program padat karya ditangani Dinas Sosial. Sebab, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Palu sudah dihapus berdasarkan aturan yang baru.

Nursalam menyebutkan, selama ini cara kerja peserta padat karya bersifat gerombolan. Ke depannya hal itu akan diubah.

Namun saat ditanya terkait teknis pembayaran maupun penurunan gaji peseta padat karya, Nursalam menyatakan dirinya masih akan mempelajarinya dulu. “Sementara disesuaikan,” jawab Nursalam.

- Periklanan -

2017 ini, upah peserta padat karya menjadi Rp250 ribu/bulan perorang. Dari sebelumnya Rp500 ribu/bulan perorang. Meski hal itu sudah diketahui secara luas oleh peserta padat karya, tapi Nursalam belum mau membahasnya lebih jauh.

Begitu pun Asisten I Pemkot yang membidangi pemerintahan dan kesra, Mohammad Ridwan Karim. Dikonfirmasi soal program padat karya, dia sangat hati-hati menjawab pertanyaan wartawan. Dia tak mau mengomentari terlalu jauh. “Saya kan masih baru, jadi silakan ke Kadis Sosial saja,”ujarnya.

Informasi yang dihimpun, upah peserta padat karya Bulan November dan Desember 2016 hingga kini belum juga dibayarkan. Hal tersebut juga diakui Lurah Lere, Marsuki, ditemui beberapa hari lalu.

“Informasi yang saya dapatkan, bahwa upah peserta padat karya di Kelurahan Lere belum dibayarkan. Yang saya tahu sejak Desember,” kata Lurah Lere, Marsuki.

Informasi lainnya dari beberapa peserta padat karya di Kelurahan Besusu Barat, justru sejak dua bulan terakhir upah padat karya belum dibayarkan. Yaitu November hingga Desember 2016.

“Yang harusnya wali kota urus, gaji padat karya yang belum dibayar. Sudah dua bulan kami belum menerim hak. Hanya dijanji-janji terus,” kata salah seorang peserta padat karya ditemui di Anjungan Nusantara. (cr5)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.