Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Belum Ditemukan Keterkaitan Qidam dengan MIT

Ayah Qidam Laporkan Kabid Humas Polda Sulteng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Atas pernyataan di salah satu media cetak maupun online di Sulawesi Tengah (Sulteng), Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto dipolisikan oleh keluarga almarhum Qidam, karena pernyataan yang menyebut bahwa peristiwa tewasnya Qidam akibat adanya perlawanan dan diduga anak buah Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso adalah pencemaran nama baik melalui ITE.

Pihak Polda Sulteng melalui Kabidhumas Kombes Pol Didik Supranoto, SIK melalui rilis yang diteruskan kepada media Jumat (26/6) menjelaskan bahwa saat kejadian benar satgas Tinombala saat itu melakukan pengejaran terhadap orang tidak dikenal (OTK) dan dilakukan sandi, karena tidak ada respon kemudian dilakukan penembakan peringatan dan dibalas oleh OTK tersebut.

“Kejadian adalah malam hari dan kondisi di TKP gelap gulita, karena ada tembakan balasan sehingga saat itu tim satgas melakukan tembakan balasan yang mengarah kepada pelaku (OTK),” Jelas Didik.

Sesaat setelah terjadi kontak tembak dilakukan penyisiran dan ditemukan satu OTK dengan luka tembak, setelah dilakukan pemeriksaan dari dalam tas yang dibawa ditemukan kartu tanda pengenal (KTP) atas nama Qidam Alfariski Mofance (20) yang ber KTP Dusun III Kelurahan Atoga Kecamatan Motongkao Kabupaten Boltim.

Setelah hampir tiga bulan dilakukan penyelidikan oleh tim Bidpropam Polda Sulteng, Ditreskrimum Polda Sulteng diback up penyidik dari Biro Provost Divpropam Polri dengan melakukan pemeriksaan dari internal kepolisian, masyarakat dan melakukan olah TKP serta rekonstruksi.

Sampai saat ini kata Kabid Humas Didi, belum ditemukan keterkaitan korban Qidam Alfariski Mofance alias Qidam dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora.

Demikian juga terhadap korban juga tidak termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pelaku tindak pidana teroris MIT Poso yang selama ini sudah beredar.

“Mohon maaf apabila klarifikasi yang disampaikan melalui media ini terkesan terlambat, karena sebagai penyampai informasi kamipun juga menunggu hasil investigasi baik yang dilakukan oleh internal Kepolisian maupun eksternal yaitu Komnas HAM Sulteng,” kata Didik.

Pihak keluarga melaporkannya dengan bukti surat tanda terima laporan Polisi nomor LP/ 219/ VI/ 2020/ Sulteng/SPKT Polda Sulteng tertanggal 26 Juni 2020.

Kuasa hukum pihak keluarga, Andi Akbar, menyampaikan bahwa ada stateman yang dikeluarkan oleh pihak Polda Sulteng melalaui Kabid Humas sebagai terlapor, mengatakan almarhum Qidam masuk dalam kelompok Ali Kalora. Padahal jelas berdasarkan undang-undang bahwa apabila sesoarng dinyatakan tersangka harus ada kata dugaan terlebih dahulu. ‘’Yang kita laporkan ke Krimsus tentang pelanggaran undang-undang ITE, dan Krimum soal telah melakukan Fitnah. Kami mendampingi keluarga korban yaitu ayah kandung Qidam untuk melapor, ” katanya.

Dirinya menyampaikan sangat menyayangkan adanya pernyataan tersebut, karena memang Qidam tidak ada sangkut pautnya dengan kelompok MIT yang ada di Poso. “ Kami sudah meminta agar Polda melakukan klarifikasi atas peryataanya, bila Qidam bukan teroris, akan tetapi hingga saat ini belum ada, itulah yang membuat kita melakukan pelaporan,” kata Andi.

Andi juga berharap agar laporan yang telah resmi diterima, bisa diproses. Sebab yang dilaporkan adalah pejabat utama Polda Sulteng. Jelas bahwa semua anak bangsa sama dimata hukum,” tegasnya.

Kemudian ayah korban, Irwan Mowance, hanya meminta keadilan, dan bisa segera menangkap oknum yang melakukan penembakan, dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. “Saya hanya meminta keadilan dan usut tuntas kasus kematian anak saya,” demikian katanya. (who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.