Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Belasan SMA di Poso Belum Bisa UNBK

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi UNBK di Palu. (Foto: Mugni Supardi)

POSO – Belum banyak jumlah sekolah SMA di kabupaten Poso yang bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Tahun (2017) ini, dari total 19 sekolah SMA yang ada, tercatat baru enam sekolah yang bisa melaksanakannya.

Sekolah yang bisa UNBK itu yakni SMA Negeri 3 Poso (256 siswa), SMA Negeri 1 Poso (185 siswa), SMA Negeri 2 Poso (157 siswa), SMA Negeri 4 Poso (58 siswa), SMA GKST I Tentena (154 siswa), dan SMA GKST 2 Tentena (98 siswa).

Sementara belasan atau sebanyak 13 SMA lain masih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Khusus SMA Negeri 3, UNBK kali ini merupakan yang kedua, setelah tahun 2016 lalu juga sukses melaksanakannya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Poso, DR Yus Madoli mengatakan masih sedikitnya jumlah sekolah di Poso yang melaksanakan UNBK karena terkendala masalah sarana prasarana komputer dan jaringan internet. Komputer menjadi kendala karena jumlah stoknya yang terbatas, sedangkan internet menjadi masalah karena kebanyakan sekolah di Poso berada di wilayah terpencil, seperti di Lore dan Pamona.

“Yang melaksanakan UNBK ini hanya sekolah-sekolah yang ada di kota, yang koneksi internetnya bagus,” jelasnya pada Radar Sulteng saat meninjau UNBK di SMA Negeri 3 Poso. “Diluar enam sekolah itu, semua masih ujian manual pake kertas dan pensil,” imbuhnya.

Kendati sekarang masih sedikit, Yus Madoli optimis ditahun depan semua SMA di daerahnya sudah bisa melaksanakan UNBK. Caranya bukan dengan membeli banyak komputer yang dibutuhkan dan bukan pula memaksa menghadirkan internet di sekolah terpencil, melainkan membawa dan menghadirkan siswa-siswi peserta ujian ke sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan UNBK.

“Solusinya seperti itu. Sebab posisi mereka berada jauh dari kota yang kondisi jaringan internetnya bagus,” tukas mantan Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab ini. “Tinggal jadwal pelaksanaannya yang di atur supaya UNBK tetap berjalan baik dan lancar,” tambah Yus Madoli.

Terkait pelaksanaan UNBK di 6 SMA kali ini, dia menyebutnya berjalan dengan sangat lancar. Jaringan internet di sekolah UNBK pun berfungsi sangat bagus. “UNBK-nya berjalan lancar tanpa ada gangguan jaringan internet dan listrik,” tandas Yus Madoli yang di dampingi Kepsek SMA Nsgeri 3 Poso Aldjufri S Machmud.

Tak cuma UNBK, pelaksanaan UNKP juga berjalan mulus tanpa ada masalah kekurang kertas soal dan lembaran jawaban. “Mudah-mudahan, dan saya sangat berharap peserta UN kita tahun ini semuanya lulus,” ungkal Yus Madoli.

Sementara itu, kepala SMA Negeri 3 Poso Aldjufri menerangkan guna menjaga kelancaran pelaksanaan UNBK di sekolahnya, dia mendatangkan ahli telekomunikasi untuk menjaga kestabilan dan kelancaran jaringan internet. UNBK SMA Negeri 3 Poso sendiri menggunakan jaringan internet LAN.

Tidak cukup itu, demi menjaga kelancaran UNBK, Aldjufri juga menyiapkan tekhnisi PLN sekaligus menyewa mesin genset. Agar jika sewaktu-waktu listrik PLN padam, bisa langsung terkoneksi dengan listrik genset. Karena perangkat komputernya masih terbatas, UNBK di SMA Negeri 3 Poso dibagi dalam tiga shift. Yakni shift 1 pukul 08:00 wita-10:00 wita, shift 2 pukul 10:00 wita-12:00 wita, dan shift 3 pukul 12:00 wita-14:00 wita. UNBK diikuti oleh 256 siswa yang terdiri dari 140 siswa jurusan IPA dan 116 siswa jurusan IPS. (bud)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.