Behind The Scene, Morat-Marit Honor Film “Kaili”

- Periklanan -

Para kru dan talent yang akan menempuh jalur hukum terkait honor di film Kaili tidak dibayarkan. (Foto: Wahono)

PALU – Niatan untuk mengangkat nama Kota Palu di dalam sebuah film bertaraf nasional malah menuai permasalahan. Pasalnya, film berjudul Karena Aku Ingin Kembali (Kaili) The Movie, garapan Mattuju Picture ini, harus menelan pil pahit karena tidak laku di bioskop, mengakibatkan sejumlah pemain tidak mendapat honor dari Mattuju Picture.

Hampir secara bersamaan, Sabtu (23/12), baik pihak managemen Mattuju Picture maupun para pemain atau talent film tersebut yang merasa dirugikan, memberikan keterangan pers di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu.

Sutradara sekaligus Produser film Kaili, Andi Syahwal Mattuju, kepada wartawan, mengungkapkan, bahwa memang terjadi kesalahpahaman. Saat tawaran pertamakali membuat film dengan lokasi di Kota Palu, datang dari Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said, dirinya sudah menolak, dengan alasan terbatasnya anggaran.

“Pak Wakil Wali Kota saat itu menyatakan siap menyumbang, tetapi bukan berbentuk uang, melainkan lagu dan perannya dalam film tersebut. Dalam kontrak perjanjian juga tidak disebutkan adanya honor,” aku Andi Syahwal.

Perjanjian itu pun berlaku untuk seluruh pemain. Adapun keuntungan yang didapat dari perolehan penonton di bioskop, juga akan dibagi, jika penonton bisa mencapai target 100.000 penonton. Tapi nyatanya, penonton hanya bisa tembus di angka 15.501 orang. “Dan itu sudah kita sepakati bersama. Jangankan bayar pemain dan crew, sedangkan kami nombok modal, dan pakai dana pribadi,” jelasnya.

Terkait upaya para pemain maupun crew yang bakal menempuh jalur hukum untuk menuntut haknya, Andi menanggapi dingin. Dia pun mempersilahkan hal tersebut ditempuh. Meski begitu, dia juga tidak menutup adanya jalur mediasi untuk persoalan ini. “Mereka sendiri yang setuju saat itu mau tampil meski tidak dibayar,” tuturnya.

Sementara itu, pihak kuasa hukum dari para pemain yang tidak dibayar, Akbar menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan oleh pihak Mattuju Picture, tidak sesuai dengan yang disepakati dalam kontrak.  “Saya sangat sesalkan sikap dari pihak manajeman Mattuju, apa yang sudah dilakukan oleh kru dan telent, dalam kontrak yang ditandatangi di tahun 2016. Dan pada pasal yang ada tidak ada satu klausul pun yang menyebutkan jumlah nominal. Sehingga saya mencurigai ini adalah akal-akalan dari PT Mattuju untuk melakukan tindak pidana penipuan  dan Penggelapan,” ungkap Akbar, bersama para pemain Kaili The Movie, yang datang di waktu berbeda.

- Periklanan -

Adanya unsur kesengajaan itu, kata Akbar, dirinya menyebut bahwa memang ada indikasi penipuan terhadap para kru dan telent film Kaili the Movie. “Sehingga kami akan melakukan langkah hukum tegas, dengan melakukan pelaporan kepada yang berwajib dan melakukan somasi kepada pihak PT Mattuju,” tambahnya.

Rio Setiawan yang berperan sebagai Aba Jabir dalam film Kaili the Movie, dimana ada sebuah pertayaan yang dilakukan pihaknya kepada penanggung jawab di tanggal 17 Desember 2017, isi dari pasal 2 dan 8, disebutkan honorarium akan diyatakan pada lembaran terpisah, namun sampai sekarang maksud dari pasal 2 tersebut hingga saat ini belum diterima para telent.

“Kami saat menanyakan hak tersebut, diancam sebaliknya dengan tuntutan sepuluh kali lipat seandainya membawa nama Kaili the Movie,” katanya.

Sementara Aldi, peranya dalam tersebut sebagai Direktur Lie yang menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya bersama dengan teman lainya belum menerima sepeserpun dari hasil perfilmen yang sudah turun layar. “Jelas bahwa kami melakukan tanda tangan kontrak, dan jelas dicantumkan dalam kontrak adanya honor harian atau bentuk upah kita kerja dalam film tersebut, namun memang bahwa total dan kapan akan dibayarkan tidak disebutkan dalam surat perjanjian kontrak tersebut,” jelasnya.

Sudah terhitung satu tahun lembaran terpisah untuk honor tidak diperlihatkan kepada para kru termasuk telent yang sudah menandatangani kontrak. “Kalau dibilang rugi tentunya kami sangat rugi, karena kita bekerja selama setahun dalam proses film itu, dengan banyak waktu yang terbuang, faktanya hingga saat ini juga belum terbayarkan,” tambahnya.

Aldi bahkan menjelaskan, bahwa film ini ada sponsor, pasti ada biaya di dalam film ini.  “Kami juga meminta kepada penangungjawab berapa anggaran yang ril yang betul dipakai  film ini dan berapa yang dibayarkan untuk kami, sebab pengakuan mereka saat ini film tersebut mengalami kerugian,” katanya.

Dirinya, mewakili para pemain, menyatakan bahwa dalam perjanjian kontrak tidak disebutkan apabila ada kerugian yang dialami oleh film Kaili the Movie, honor tidak akan dibayar.

“Menurut saya untung atau ruginya film ini hak kami tetap harus dipenuhi, sesuai kesepakatan awal,” kata Aldi. Sebelum masalah ini dibuka ke public, Aldi mengaku, sudah beberapa kali bertemu dan meminta kejelasan kepada pihak Mattuju Picture, namun tidak ada kejelasan. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.