Begini Penjelasan Tim Gerilya Imelda Muhiddin tentang Ayo Benahi Kota Palu

Imelda Muhidin Fokus di Pemberdayaan UMKM

- Periklanan -

PALU-Pendapat akademisi dari Universitas Tadulako (Untad) Palu, Dr. Irwan Waris, dipemberitaan Radar Sulteng sebelumnya menyebutkan, kandidat bakal calon (Balon) Walikota Palu Imelda Liliana Muhidin Said, adalah salah satu kandidat muda, perempuan dan pemberani, memiliki sesuatu untuk membenahi Kota Palu, sehingga Imelda memiliki kans kuat dalam perebutan kepemimpinan Kota Palu di kontestasi Pilkada serentak tahun 2020 ini.

Merespon pernyataan dan analisis akademisi Untad, Irwan Waris, juru bicara Tim Gerilya Imelda Liliana Muhiddin, Wahid Tarim menjelaskan kiprah Imelda sebagai warga Kota Palu yang ingin mengabdi pada daerah yang dicintainya ini.

Dikatakan Wahid Tarim, niatan Imelda Liliana Muhidin Said maju sebagai balon Walikota Palu, tujuannya cuma satu yaitu untuk sebuah pengabdian. Bagaimana Kota Palu menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Sehingga tagline yang diusungnya itu dimana-mana adalah Ayo Benahi Kota Palu.

“Dalam arti kata Benahi Kota Palu itu bukan hanya kita. Ayo itu kita semua, bersama-sama. Jadi kita mengajak semua elemen masyarakat untuk membenahi Kota Palu ini agar bisa sejajar dengan kota-kota besar yang sudah maju di Indonesia, “ ujar Wahid Tarim, kepada Radar Sulteng, Selasa (23/6).

Karena kenapa, kata Wahid, yang menjadi barometer pembangunan maju tidaknya sebuah provinsi itu adalah pemerintah Kota. Di Kota Palu, Imelda lagi fokus pada pembinaan UMKM. Di sektor UMKM ini yang mendorong perekonomian. Menurutnya, ekonomi itu bergejolak disebabkan oleh apapun pendapatan masyarakat.

“Kalau UMKM-nya dibina dengan baik, saya kira tidak ada kata-kata yang bisa menghambat mereka untuk memberikan sumbangsih kepada daerah itu. UMKM itu harus dibina dengan baik, sebagai penopang perekonomian. Yah, dimana-mana pemerintah pusat selalu memberi arahan pembinaan terhadap UMKM itu lebih ditingkatkan dan dimaksimalkan, “ tandasnya.

Dirinya berharap dibawah kepemimpinan Imelda, UMKM Kota Palu lebih maju pesat lagi. Dapat diwujudkan. Misalnya adanya pasar sentral buah, tempat jajanan kuliner, kerajinan home industri, dan lain sebagainya dikembangkan.

“Pembangunannya bisa terarah dan terukur, tidak sembarang membangun. Kualitas pembangunannya harus lebih ditingkatkan, terutama pelayanannya. Jalan-jalan itu harus diperbaiki semua, karena itu juga menghambat perekonomian kita. Terhambatnya sesuatu perputaran perekonomian kalau infrastrukturnya menghambat. Menghambat alur mudik dan transportasi, “ paparnya.

Wahid lalu membentangkan persoalan kota kita ini, bila musim hujan dimana-mana air selalu tergenang, sering meluap airnya. Itu harus dicarikan jalan keluarnya di masa yang akan datang. Dimana sebenarnya sumber banjirnya. Kenapa dia sampai jadi begini. Dikatakan Wahid, kalau perlu seorang walikota itu kalau musim hujan dia berkeliling melihat dari dekat suasana banjir tersebut. Naik mobil dengan mengajak kepala dinas terkait, kepala dinas mana yang terkait dengan sebuah permasalahan yang berhubungan dengan Tata Ruang, utamanya drainase yang tersumbat.

- Periklanan -

“Saya kira pengabdian itu bagi Imelda adalah untuk Kota Palu, tidak ada lagi tawar menawar, beliau hanya konsen memberikan pengabdian dan pikirannya untuk pembangunan Kota Palu dimasa yang akan datang, “ tegasnya.

Mengenai persoalan pencalonan, Imelda tidak muluk-muluk. “ Saya kira kita itu maju kan penuh dengan hitungan-hitungan. Sebagai Partai Golkar saya kira ketika kita maju itu sudah dihitung. Misalnya mau koalisi dengan partai mana, kita mau berhadapan dengan siapa, Bagi kita tidak ada masalah. Semua putera dan puteri terbaik daerah kok. Karena itu kita harus melakukan pendekatan dengan masyarakat, kita jual kita punya program. Namun sebaliknya, masyarakat juga lebih pintar dari kita, “ ulasnya.

Sampai sejauh ini, ungkap Wahid, Imelda Liliana Muhiddin sudah sepakat berkoalisi dengan Partai Gerindra. Golkar-Geridnra. Selain dua partai inti ini, juga ada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.

“ Saya kira untuk saat ini kan dinamis. Dalam arena politik semuanya bisa berubah dengan begitu cepatnya, hanya dalam hitungan detik apapun bisa berubah. Sekarang kan belum ada yang bisa diharapkan. Belum paten semua ini sebenarnya. Semua masih mencari-cari koalisi yang bagus. Kalau kita, yah mungkin Insya Allah akan berkoalisi dengan PAN. Insya Allah dengan komitmennya, kita sekarang sedang berkomunikasi dengan PAN, agar kita bersama-sama berkoalisi dalam rangka membangun Kota Palu yang lebih baik, “ sebutnya.

Kemudian Partai Demokrat, penjajakannya sudah dilakukan. Mengenai ini, komandonya ada di Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Kebetulan ketua tim ibu Imelda itu Ketua DPD Golkar Provinsi Sulawesi Tengah, bapak H. Moh. Arus Abd. Karim.

“Mereka yang menakhodai tim ini, dipimpin pak Haji Moh. Arus Abd. Karim yang mendesain dan merancang dengan tim untuk rencana koalisi. Tetapi sekali lagi saya katakan, yang namanya politik ini tidak ada yang tidak mungkin, “paparnya.

Dikatakan Wahid, endingnbya itu akan diketahui menfdapatkan tandatangan dari ketua umumj DPP, kemudian dia sudah menyerahkan berkas pendaftaran di KPU baru itu dikatakan itulah yang benar.

“Jadi untuk sementara kita jangan terpancing dengan pendapat-pendapat yang tidak jelas. Jangan kita sebagai relawan atau tim berbenturan dengan isu-isu yang menyesatkan. Saya minta juga kepada teman-teman yang pakar politik memberikan keterangan yang sejuk, jangan yang menyesatkan, “ serunya.

Diakhir pernyataan Wahid berharap kita semua warga Kota Palu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Perkuat hubungan kekeluargaan, kekerabatan dan persahabatan kita selama ini.

“ Persoalan siapa yang terpilih oleh rakyat itu urusan kedua, yang terpenting kita niatkan pengabdian dulu untuk masyarakat Kota Palu, “tandasnya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.