Beberapa Area Jarang Gempa Mulai Terpicu

Minta Warga Tidak Percaya Isu Gempa Bumi yang Meresahkan

- Periklanan -

PALU – Wilayah Kota Palu dan sekitarnya dilalui sesar aktif Palu Koro. Masih kental teringat, bagaimana Kota Palu dan sekitarnya diguncang gempa bumi, yang diperkirakan mencapai 7.0 magnitudo. Kejadian tersebut terjadi pada akhir tahun 2018 silam.

Terkait hal itu banyak opini yang beredar bahwa kejadian gempa selalu terjadi di akhir tahun
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Klas I Palu, Cahyo Nugroho, menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kejadian yang terjadi secara kebetulan, bahkan kata dia sesuai konsep awal, pengamatan dan monitoring gempa bumi belum ada instrument maupun formula yang mampu menganalisa kapan dan di mana gempa bumi bisa terjadi.

“Memang kebetulan saja beberapa kejadian gempa-gempa yang signifikan itu terjadi di akhir tahun, contohnya di Aceh, Kota Palu, sebelumnya juga pernah di Nabire. Tapi itu bukan berarti di bulan-bulan itu pasti ada kejadian besar, bukan seperti itu. Hanya kebetulan saja,” bebernya dalam warwancara Radar Sulteng Podcast Show, Sabtu di (4/12).

- Periklanan -

Khusus Sulteng, lanjut Cahyo, ada beberapa area yang selama ini jarang terjadi gempa, sekarang mulai terpicu aktif. Seperti yang terjadi belum lama ini di Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi dan wilayah Selatan Togean Kabupaten Tojo Una-una. Sementara di Kota Palu kata dia harusnya sudah kondusif pasca kejadian tahun 2018 lalu.

“Makannya sekarang saya titip pesan ke operasional, tolong jaga area-area yang selama ini diam. Karena mungkin ada transfer energy, karena secara historis agak jarang terjadi gempa. Tentunya masyarakat di sana belum punya pengalaman ketika mengalami itu,” tuturnya.

Meskipun begitu, dia juga meminta kepada masyarakat di Sulawesi Tengah, untuk tidak terprovokasi dan tidak percaya dengan info-info hoax terkait kegempaan. Pasalnya tidak semua lokasi bisa terjadi gempa besar dan hal tersebut juga tidak bisa diprediksi kapan dan dimana bisa terjadi.

Untuk itu kata dia jika terjadi gempa bumi, cukup lari ke tempat terbuka atau tempat yang bisa mengamankan diri.
“Khususnya untuk warga Kecamatan Palasa. Jika terjadi gempa bumi cukup mencari tempat terbuka, tidak perlu bertenda di luar dan selalu mengikuti informasi dari kami. Gempa bumi yang aktif di Palasa itu, tidak seperti di yang pernah terjadi Palu. Jadi jika ada berita-berita yang menyatakan akan terjadi tsunami dan likuifaksi itu tidak benar, karena tidak semua lokasi bisa terjadi seperti itu,” tutupnya. (win)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.