Bea Cukai Pantoloan Musnahkan 4,6 Juta Batang Rokok

- Periklanan -

Bea Cukai musnahkan rokok dan minuman Ilegal dengan cara dibakar. (foto: Wahono)

PALU- Aparat Bea Cukai Sulawesi Tengah memusnahkan 4,6 juta batang rokok ilegal di Kantor Bea Cukai Pantoloan, Jumat (21/4). Rokok ilegal senilai Rp2,4 miliar ini merupakan hasil penindakan hingga Maret 2017. Selain rokok ilegal, pihak bea cukai juga mengamankan minuman keras sebanyak 72 botol, yang juga ikut dimusnakan.

Pemusnahan barang ilegal dengan cara dibakar tersebut turut disaksikan tim DPR RI Komisi IX yang dipimpin Ir Muhammad Prakosa serta Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Azhar Rasyid, kepala kantor Bea Cukai Pantoloan Trimulyo.

Muhammad Prakosa dalam keterangan persnya memberi apresiasi khusus kepada pihak bea cukai Pantoloan yang telah melakukan penindakan, berupa pemusnahan rokok ilegal dan minuman ilegal. Prakosa menegaskan, kalau langkah pihak bea cukai tersebut sekaligus menjadi komitmen pihak Bea Cukai dalam menegakkan aturan terhadap pihak yang telah merusak tatanan perekonomian bangsa. Prakosa pun berharap langkah tersebut setidaknya meminimalisir kerugian negara.

“Kami beri apresiasi tinggi kepada jajaran bea cukai Pantoloan yang telah berasil dan komitmen menegakkan peraturan bea cukai. Ini merupakan simbolosasi dan komitmen dan penegakan,” tandas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini.

- Periklanan -

Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Azhar Rasyid melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Dwi Teguh Wibowo, mengatakan hingga akhir Maret 2017, Kanwil Bea Cukai Sulawesi telah melakukan penindakan sebanyak 162 kali. Di antaranya rokok ilegal sebanyak 16 juta batang dan minuman keras sebanyak 2.000 botol, serta barang ilegal lainnya seperti narkotika, kosmetik dan obat ilegal lainnya.  Adapun total nilai barang yang berhasil ditindak, sebut Azhar, hingga Maret 2017 yakni sebesar Rp8,79 miliar.

Ditambahkan, peningkatan pengawasan yang dilakukan pihaknya selain bertujuan menekan peredaran barang ilegal juga bertujuan melakukan perlindungan terhadap produksi dalam negeri yang berdampak pada meningkatnya produksi dalam negeri. “Serta meningkatnya penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai. Dari penindakan ini kami berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp1,3 miliar,” tegasnya.

Sementara itu Asisten I Pemprov Sulteng Moh Arif Latjuba turut mengapresiasi langkah Bea Cukai Sulteng yang telah memusnahkan rokok dan Miras ilegal. Sebab menurutnya, semua barang yang dikatakan ilegal harus ditindak sesuai dengan hukuman yang ditetapkan.

“Saya berharap dengan tindakan pemusnahan barang ilegal yang dilakukan oleh Bea Cukai Sulteng dapat memberikan efek jera kepada pelaku usaha yang mencoba memasarkan barang ilegal tersebut masuk dalam dunia pemasaran di Sulteng, dan tindakan tegas yang dilakukan ini bisa diperhatikan oleh masyarakat untuk lebih berhati-hati mengkonsumsi barang yang ilegal,” ungkapnya, membawakan sambutan Gubernur Sulteng.

Kabid Penindakan Bea Cukai Sulawesi Agus Amiwijaya mengatakan, bahwa penindakan yang dilakukan dengan cara efektif, sehingga penindakan banyak dilakukan di wilayah pemasukan barang dan untuk di Sulteng pemasukannya berada di Sulsel.

“Sehingga penindakan bersekala besar berada di Sulsel, sehingga penindakan yang lebih kepada persuasif dilakukan di pemasaran, karena setiap toko sudah tidak lagi terdapat bahan ilegal seperti rokok yang disembunyikan dengan skala banyak, paling didapat hanya satu selop saja,” jelasnya. (cr3/adv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.