Bea Cukai Gagalkan Jutaan Rokok Ilegal Masuk ke Palu

- Periklanan -

SEGERA DIMUSNAHKAN: Barang bukti rokok ilegal yang tersimpan di gudang KPPBC Pantoloan yang berhasil digagalkan peredarannya selama tahun 2016. (Foto: Moh. Faisal)

PALU – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Pantoloan, berhasil mengamankan ribuan bal rokok ilegal yang masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah dan juga Provinsi Sulawesi Barat sepanjang tahun 2016. Hal itu berhasil diungkap KPPBC Pantoloan melalui Bidang Penindakan dan Penyidikan.

Data yang diperoleh di KPPBC Pantoloan yang terletak di Jalan Raya Pelabuhan Palu, Pantoloan, Tawaeli, menyebutkan bahwa kurun 2016 mereka berhasil mengamankan sedikitnya 4.621.372 batang rokok ilegal. Produk cukai ilegal tersebut berhasil didapatkan saat dilakukan pemeriksaan di pasar-pasar serta di pelabuhan yang ada di wilayah Sulteng.

“Beberapa pelabuhan yang pernah kami tangkap rokok ilegal antara lain Pelabuhan Taipa Kota Palu dan Pelabuhan Samas Kabupaten Donggala. Sedangkan rokok ilegal yang kami amankan di pasar-pasar, seperti dari beberapa desa di Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Kemudian dari beberapa kabupaten seperti Tolitoli, Buol, dan Parigi Moutong,”ungkap Kepala Subsesi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Pantoloan, Force Hanker, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/1).

- Periklanan -

Kebanyakan, rokok tanpa cukai itu dikirim via laut dari Surabaya dan beberapa daerah di Pulau Kalimantan. Dari dua wilayah itulah paling banyak memasok rokok ilegal ke Sulteng hingga Sulbar.

Hanker sapaan karibnya menjelaskan, selain mengamankan jutaan batang rokok ilegal yang berhasil masuk Sulteng selama tahun 2016, pihaknya juga melakukan pembinaan kepada 21 orang. Mereka itu merupakan anak buah kapal (ABK) yang memuat rokok ilegal yang dibawa ke Sulteng dan akan didrop ke Sulbar.

Dalam proses pembinaan, kata Hanker, mereka mengingatkan secara tegas kepada 21 orang tersebut, supaya tidak pernah lagi memasok rokok ilegal ke Sulteng. Sebab, kata Hanker, pihaknya selalu memperketat pemeriksaan maupun pemantauan situasi di jalur laut. Tujuannya salah satunya mencegah masuknya barang ilegal seperti rokok dari luar Sulteng.

“apa yang diperbuat 21 orang tersebut, sudah melanggar Undang-undang Cukai Nomor 39 tahun 2007. Makanya, sebelum mereka kami persilakan pulang, terlebih dahulu diberi peringatan dan dilakukan pembinaan. Wilayah kami dalam mengawasi masuknya rokok ilegal memang hingga ke Pasangkayu,”jelasnya.

Dari keberhasilan mereka menyita jutaan batang rokok ilegal, Hanker berharap pada 2017 hingga seterusnya, tidak ada lagi oknum yang berani memasok cukai ilegal ke wilayah pengawasan KPPBC Pantoloan khususnya di Kota Palu. “Rencananya bulan Februari nanti, semua cukai ilegal yang kami sita di 2016 akan dimusnahkan,”tutup Hanker. (fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.