Bayi Malang Itu Lahir di Saluran Irigasi dan Langsung Diceburkan

- Periklanan -

Polres Palu Gelar Rekonstruksi Pembuang Bayi

Unit PPA, Sat Reskrim Polres Palu, melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan bayi yang dilakukan tersangka yang tak lain adalah ibu kandung bayi, di TKP dan disaksikan masyarakat sekitar. Fot: Wahono)

PALU – Kepolisian Resor (Polres) Palu menggelar rekonstruksi yang dilakukan langsung di tempat kejadian perkara (TKP), di Jalan Nambo, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Jumat (22/12).

Rekonstruksi yang dilakukan tepat di peringatan Hari Ibu Nasional itu menghadirkan tersangka yang bernama Selvie (35 tahun), beserta delapan orang saksi. Termasuk suami tersangka yang berinisial HR, dan Fandi (39 tahun) warga yang pertama kali menemukan jasad bayi yang berjenis kelamin laki-laki.

Dalam rekonstruksi yang dimulai dari adegan pertama, saat tersangka dari rumahnya menuju selokan air irigasi, yang berada di sekitar perkebunan Kakao tidak jauh dari rumahnya. Hingga saat tersangka jongkok di pinggir tembok irigasi, dengan dalih hendak buang air besar.

Saat adegan ke tujuh, tersangka memeragakan posisinya saat jongkok di pinggir tembok irigasi. Di situlah bayi malang itu dilahirkan dan langsung tercebur ke air. Tersangka bahkan sempat membalikkan badannya dan melihat bayi yang hanyut, namun tersangka tidak berani turun karena menurutnya air saat itu sangat deras dan dalam.

- Periklanan -

Berulang kali penyidik dari Unit PPA sat Reskrim Polres Palu menanyakan kepada tersangka saat pada posisi dirinya jongkok,  apakah merasakan akan buang air besar, atau merasakan akan melahirkan, dan tersangka menjawab dirinya hanya merasakan buang air besar.

“Saya hanya merasakan sakit buang air besar saja,” ungkap tersangka kepada penyidik.

Mendengarkan jawaban tersangka itu, warga yang melihat langsung rekonstruksi spontan meneriaki tersangka, dengan kata “Bohong”, karena warga yang hadir sebagian besar adalah kaum ibu-ibu, yang juga sebagian besar tetangga tersangka, yang tahu tersangka tersebut juga sudah mempunyai anak.

Rekonstruksi hari itu diakhiri dengan adegan saat warga yang bernama Fandi, yang hendak pergi memancing dan melihat sosok mayat bayi di saluran air, yang lokasinya tepat berada didepan rumah tersangka.

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Palu, Ipda Rike Astuti, mengungkapkan rekonstruksi kasus pembunuhan bayi yang dilakukan oleh tersangka yang bukan lain adalah ibu kandung bayi malang tersebut, berdasarkan laporan polisi nomor LP / 2215 / XI / 2017 / Sulteng / Res Palu tanggal 17 November 2017.

Kepala Kepolisian Resor Palu AKBP Mujianto S.I.K berharap dengan dilaksanakan gelar rekonstruksi ini dapat mempermudah jalannya proses hukum yang dilaksanakan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Palu. Rekonstruksi kasus Pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibunya sendiri diperagakan sebanyak 17 adegan.

“Dalam peragaan rekonstruksi tersebut berjalan aman, lancar dan kondusif. Dan kasus tersebut tidak terulang lagi, dimana anak merupakan titipan dan anugerah Tuhan yang sangat istimewa, dan sangat disayangkan sekali untuk melakukan hal yang sekeji itu terhadap darah dagingnya sendiri!” ujarnya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.