Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Bayar Rp195 Ribu, Hanya Dapat Telur dan Tempe

Guru yang Jadi Peserta IMTF Protes

PALU – Sejumlah Guru yang mengikuti kegiatan Indonesia Millenial Teacher Festival (IMTF) 2019, yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota, mengeluhkan pelayanan yang diberikan panitia. Bukan itu saja, guru yang ikut dalam kegiatan ini juga merasa dipaksa untuk membeli tiket IMTF 2019 ini.

Salah seorang guru yang mengajar di salah satu SD di Kota Palu menyebutkan bahwa pihak panitia sangat tidak profesional. Baik dari sisi pelayanan saat jalannya kegiatan. “Sudah tidak baik pelayanannya, kita sebagai guru juga diharuskan untuk membeli tiket kegiatan sebesar Rp195 ribu,” ungkap guru yang enggan dikorankan namanya ini.

Untuk keharusan setiap guru membeli tiket dan wajib untuk mengikuti kegiatan tersebut, merupakan perintah langsung dari Kepala Sekolah di masing-masing satuan pendidikan SD dan SMP se-kota Palu. “Ini kategori pemaksaan juga, karena diharuskan oleh Kepsek arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, mau tidak mau kita beli karena ada kata keharusan langsung dari Kepsek, meski ada juga sebagian guru yang tidak beli karena terlalu mahal biaya tiketnya,” ujarnya.

Sementara, untuk pelayanan sendiri seperti makanan yang disajikan, tidak sesuai dengan standar makanan dalam suatu event besar yang mengundang orang banyak. “Masa makanan hanya berupa telur dan tempe dengan nilai tiket yang mahal, baru banyak juga guru yang ikut kegiatan yang tidak kebagian makanan,” urainya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Ansyar Sutiadi menjelaskan, persoalan pelayanan sajian di kegiatan IMTF di salah satu hotel yang ada di Kota Palu Selasa (22/10) lalu, sudah diteruskan kepada pihak panitia. Pihak penyelenggara sudah meminta maaf atas persoalan tersebut. “Kita sudah sampaikan ke mereka (EO) pelaksana kegiatan, dan mereka sudah menyampaikan permintaan maaf kepada kami dan kepada seluruh peserta festival dimaksud,” kata Ansyar kepada Radar Sulteng kemarin.

Kemudian, kata dia, tidak ada pemaksaan dan memaksa setiap guru harus mengikuti kegiatan yang dimaksud, karena kegiatan ini bagian dari suatu kebutuhan guru SD dan SMP se-kota Palu dalam rangka meningkatkan kompetensi pendidik dengan menghadirkan narasumber yang berpengalaman dan berstandar nasional. “Tidak pernah ada penyampaian untuk memaksa para guru untuk ikut kegiatan dimaksud,” bebernya.

Karena harapannya juga, kata Ansyar, semua guru dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam proses belajar mengajar setelah mengikuti kegitan tersebut. “Kita harap kegiatan itu bermanfaat bagi semua guru setelah mengikuti kegiatan itu,” tegasnya.(zal)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.