Bawaslu Sulteng Gelar Refleksi Akhir Tahun 2018

- Periklanan -

PALU-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulteng, menggelar talk show refleksi akhir tahun 2018. Menariknya, talk show itu menghadirkan anggota Bawaslu RI Dr Ratna Dewi Pettalolo SH MH, bersama Ketua Bawaslu Sulteng Ruslan Husen SH MH, Ketua KPU Sulteng Tanwir Lamaming SSos, dimoderatori oleh Drs Tasrief Siara yang juga mantan Timsel Bawaslu Sulteng. Kegiatan ini digelar di Swissbel Hotel, Senin (31/12).
Refleksi akhir tahun banyak mengevaluasi perjalanan tahapan pelaksanaan Pemilu 2019 di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) secara keseluruhan. Dalam refleksi itu, kata Ratna Dewi Petalolo, Pemilu 2019 akan melahirkan pemimpin RI yang berintegritas dan memiliki kepemimpinan yang baik dan diterima oleh seluruh rakyat Indoensia. Juga akan melahirkan wakil rakyat baik DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten dan kota yang berintegritas dan bermoral baik.
“Apa yang dilakukan pada tahun 2018 akan menentukan pelaksanaan pada Pemilu 2019 nanti. Salah satu yang perlu diperbaiki terus adalah Daftar Pemilih Tetap, ini hal penting yang sangat menentukan kualitas pemilu kita, yakni tingkat partisipatif pemilih, “ papar Dewi.
Ia juga mengulas betapa pentingnya peran dan fungsi partai politik (parpol) dalam melahirkan kader-kader partai yang mumpuni di pesta demokrasi kali ini. “ Titik kritisnya sebenarnya ada di regulasi, dan juga peran dan fungsi partai bagaimana hingga melahirkan kader-kader partai yang baik sehingga mampu melahirkan anggota legislatif yang baik pula, “ tandasnya.
Dewi juga tak lupa menyoroti soal perlakukan peserta pemilu dalam melakukan kampanye. Dia membedahnya dengan membedakan apa yang dimaksud kampanye dan citra diri peserta pemilu. Termasuk, begitu banyaknya temuan Bawaslu terhadap pelanggaran yang dilakukan peserta pemilu adalah disaat melakukan kampanye. Alat Peraga Kampanye (APK) milik peserta Pemilu yang bertebaran di berbagai Daerah Pemilihan (Dapil) menjadi catatan penting dan temuan penting dari Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen, mengungkap berbagai temuan penting Bawaslu selama tahapan Pemilu yang sedang tergelar saat ini. Pelanggaran yang ditemukan Bawaslu saat kampanye sebanyak 535 pelanggaran. Temuan hasil pengawasan berdasarkan kategori pelaku terbanyak adalah partai politik (parpol) 577 kasus. APK yang ditertibkan sebanyak 803 kasus terdiri dari APK jenis baliho, billboard, dan vidiotrone. Menyusul APK spanduk sebanyak 59 kasus, dan umbul-umbul 4 kasus.
Selanjutnya, APK parpol yang ditertibkan, sebanyak 866 kasus. Parpol terbanyak yang ditertibkan adalah Partai Golkar 152 kasus, menyusul NasDem 138 kasus, Gerindra 121 kasus, PAN 83 kasus, Demokrat 67 kasus, Hanura 57 kasus, PDIP 51 kasus, dan yang paling sedikit PBB hanya 3 kasus.
Sedangkan tindaklanjut temuan dan laporan dugaan pelanggran Pemilu 2019 administrasi/rekomendasi sebanyak 125 kasus, lainnya 14 kasus, pidana 13 kasus, dan bukan pelanggaran/dihentikan 8 kasus. Selanjutnya, administrasi, etik, dan pelimpahan masing-masing 2 kasus.
Panelis terakhir Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming, dalam penegasan refleksinya menyatakan, pihaknya berupaya mewujudkan Pemilu yang demokratis adil dan jujur. Tak pelak, dalam berbagai kesempatan dirinya berupaya setiap tahapan Pemilu harus dihadiri anggota Bawaslu beserta jajaran paling bawahnya. “Saya instruksikan kepada KPU kabupaten dan kota agar selalu menghadirkan anggota Bawaslu dan Panwaslu dalam setiap tahapan, “ bebernya.
Dirinya juga menyatakan, sejauh ini KPU Sulteng sedang berupaya untuk melakukan sosialisasi dan tahapan pemilu di enam daerah pemilihan (Dapil) di Sulawesi Tengah yang ada. “ Menariknya di enam Dapil Sulawesi Tengah khususnya untuk calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tidak ada satupun calon DPD berjenis kelamin perempuan, “ tutupnya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.