Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Baru Setahun Proyek Batu Gajah Sudah Rusak

MOROWALI – Proyek pemasangan batu gajah di seputaran area jalur lingkar 16 di Desa Bahomohoni Kecamatan Bungku Tengah, dianggap kurang bermanfaat untuk melindungi keutuhan infrastruktur Jalan ring road dari hantaman ombak.
Pasalnya, baru berumur setahun lebih proyek batu gajah yang digadang-gadang milik salah satu anggota DPRD Kabupaten Morowali tersebut, kini telah rusak karena tak mampu menahan hantaman ombak.
Padahal jika dibandingkan dengan proyek pemasangan batu gajah di Desa lainnya yang umurnya sudah sangat lama, seharusnya proyek pemasangan batu gajah di sekitar jalan ring road di Desa Bahomohoni tersebut masih awet sampai saat ini.
Namun nyatanya, saat ini proyek yang berfungsi sebagai pemecah ombak tersebut telah rubuh, sementara proyek batu gajah di Desa lainnya masih aman-aman saja. Melihat kondisi tersebut, beberapa warga menduga bahwa proyek pemasangan batu gajah pada 2018 silam ini asal kerja dan dianggap telah merugikan keuangan Daerah.
Salah satunya warga Kecamatan Bungku Tengah bernama Ruli menegaskan bahwa, kontraktor pelaksana dan pemilik proyek tersebut harus bertanggung jawab atas rubuhnya benteng pemecah ombak tersebut.
“Di Morowali ini sangat banyak pekerjaan proyek batu gajah, tapi proyek ini saja yang terlihat tidak bermanfaat sesuai peruntukannya. Mungkin saja asal kerja ini proyek, makanya cepat sekali rubuh. Soalnya kenapa bisa jatuh batu-batunya, padahal belum lama dipasang dan ombak yang hantam hanya ombak biasa saja. Semoga pihak kontraktor segera bertanggung jawab atas kejadian ini, soalnya yang dipakai untuk memasang proyek batu gajah ini uang daerah yang berasal dari rakyat,”ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Morowali Rustam Sabalio dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa pihaknya sudah menegur pihak kontraktor dan pemilik proyeknya untuk segera memperbaikinya.
“Insya Allah dalam waktu dekat beliau (kontraktor, red) akan perbaiki. Yang bersangkutan (pemilik proyek,red) juga sudah kami panggil,”jelas Rustam saat ditemui Minggu (7/7).
Perlu diketahui, proyek batu gajah di masa Pemerintahan Bupati sebelumnya Anwar Hafid telah menjadi masalah yang sangat ramai dibahas dan sempat masuk ke ranah hukum. Namun anehnya, hingga saat ini proyek tersebut kembali dilaksanakan, sementara proses hukumnya sudah tidak berlanjut.(fcb)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.