Baru 50 Persen yang Sudah Diperiksa

Dari 3.000 TKA di PT IMIP Sulawesi Tengah

- Periklanan -

MOROWALI- Sejak merebaknya Virus Corona di Kota Huwan Tiongkok beberapa waktu lalu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) langsung melakukan tindakan dini terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di kawasannya.

Mulai dari mewajibkan seluruh karyawan untuk mengikuti medical check up, melakukan screening terhadap TKA yang ada serta menghentikan penerimaan TKA dari Tiongkok utamanya dari Kota Huwan.

Namun, meskipun penerimaan TKA di kawasan PT IMIP dihentikan untuk saat ini, di kawasan Industri Nikel tersebut masih terdapat 3.000 TKA yang aktif bekerja.

Dengan masih adanya TKA dikawasannya, tidak menutup kemungkinan beberapa para TKA itu terjangkit virus Corona. Untuk itu, PT IMIP segera mungkin malakukan tindakan antisipasi agar tidak menggangu kesehatan para karyawan lainnya.

Dikonfirmasi terkait keberadaan 3.000 TKA tersebut, Koordinator Media Relation PT IMIP Dedy Kurniawan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya TKA yang berpotensi terjangkit virus Corona yang bekerja dikawasan PT IMIP.

“Dari tiga ribuan TKA yang ada, sudah lebih 50 persen yang selesai diperiksa dan alhamdulillah semua aman,”ungkap Dedy saat dikonfirmasi Selasa (28/1).

- Periklanan -

Dedy menambahkan, pemeriksaan kesehatan para TKA di kawasannya telah dilakukan sejak 23 Januari lalu. Pemeriksaan ini dilakukan, juga berdasarkan surat perintah Bupati Morowali untuk mengantisipasi adanya TKA yang terjangkit virus Corona.

“Jika dari hasil pemeriksaan ada ditemukan TKA yang diduga terjangkit virus tersebut, kami langsung Karantina dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit yang ditunjuk oleh Pemerintah,”jelasnya.

Ia mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan terhadap para TKA di kawasannya dilaksanakan secara bergiliran.

“Jadi, tiap departemen yang ada TKA diperiksa secara bergiliran. Itu dilakukan, agar produksi tetap berjalan. Terhitung sejak 25 Januari 2020, PT IMIP total menyetop penerimaan TKA asal Tiongkok,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Morowali Agus As Partang menyatakan, bahwa pihaknya tidak menyediakan ruangan khusus atau ruang Isolasi bagi para TKA jika ada yang terjangkit virus Corona. Alasannya, karena alat pemeriksa untuk mendeteksi virus tersebut tidak tersedia di RSUD Morowali.

“Sebenarnya, kami mau melayani semua pasien. Tapi, kami terkendala tidak adanya alat. Jadi kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika bepergian ke wilayah yang ada TKAnya diharapkan menggunakan masker. Selain itu setelah balik ke rumah, cuci anggota tubuh sebersih mungkin. Itu semua harus dilakukan, untuk kesehatan dan keselamatan diri sendiri,”tandasnya.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.