Baru 44 Persen Warga Palu yang Punya Akta Kelahiran

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU- Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu, Burhan Toampo, sayangkan target kepemilikan akta kelahiran 2016 baru mencapai 45 pesen. Padahal, targetnya adalah 74 persen, masyarakat Kota Palu sudah harus mengantongi akta kelahiran.

“Biasanya akta ini diurus kalau sudah butuh, nah ini yang kami sayangkan kurangnya kepedulian masyarakat dengan administrasi kependudukan,” sebutnya Kamis (19/1).

- Periklanan -

Untuk mencapai target tersebut, dalam waktu dekat Disdukcapil akan jemput bola. Sasaran utama adalah sekolah-sekolah yang ada di Kota Palu.

Katanya, jemput bola yang akan dilakukan nanti bersamaan dengan sosialisasi Kartu Identitas Anak atau KIA. Nantinya orangtua diarahkan untuk mengurus akta kelahiran sebelum mengurus KIA. “Selain kartu keluarga, salah satu persyaratan untuk membuat KIA adalah akta kelahiran,” terangnya.

Lanjut Burhan, untuk saat ini pembuatan akta kelahiran Disdukcapil mengutamakan anak usia 0 sampai dengan 17 tahun, sehingga dilakukan jemput bola kesekolah-sekolah. Bukan berarti usia 18 tahun ke atas tidak dilayani. “Kami juga melaksanakan mobile dimana juga melayani pembuatan akta kelahiran, bisa juga masyarakat buat langsung di kantor Disdukcapil yang terletak di wilayah Kantor Walikota,” jelasnya.

Burhan berharap, masyarakat yang merasa belum memiliki akta kelahiran untuk segera mengurusnya. Bukan hanya usia 0 sampai 17 tahun melainkan usia 18 tahun ke atas. “Kalau merasa belum punya akta kelahiran ya harus di buat sebab fungsinya itu hampir sama dengan e-KTP karena itu bagian dari administrasi kependudukan,” pungkasnya. (jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.