“Barisan” ASN di Stisipol Palu Diminta Mundur

- Periklanan -

Mahasiswa Stisipol Panca Bhakti Palu melakukan aksi dengan membakar ban bekas di depan kampusnya Jalan Suharso, Palu, Kamis (16/11). (Foto: Wahono)

PALU- Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Panca Bhakti Palu, melakukan aksi demonstrasi Kamis (16/11) kemarin di kampusnya Jalan Suharso, Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur. Dalam tuntutannya, para mahasiswa mendesak agar kepemimpinan Dr Adijoyo Dauda beserta oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya yang merangkap dosen, mundur dan meletakkan jabatannya di kampus. Bahkan mahasiswa melakukan penyegelan ruangan kampus, sehingga tidak ada aktivitas perkuliahan.

Menurut massa aksi, terjadi kebobrokan sistem penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan di Stisipol Palu beberapa waktu terakhir. Termasuk merujuk pada surat peringatan Kemendikti No.2104/C/KL/2016 tertanggal 10 November 2016, yang memuat sebagian permasalahan di jajaran pimpinan kampus. Ada juga pelanggaran khusus yang diduga dilakukan Ketua Stisipol Palu. Padahal, dalam surat pernyataan bermeterai tertanggal 26 September 2016 tentang kesanggupan penuh waktu dalam bekerja. Sementara Ketua Stisipol, Adijoyo, sekarang ini menjabat kepala salah satu OPD di instansi Pemprov Sulteng.  “Ketentuan itu sendiri dilanggar oleh ketua Stisipol,”ujar pendemo.

- Periklanan -

Dalam aksinya kemarin, mahasiswa Stisipol Palu menyerukan mundur semua oknum ASN/PNS yang berada dalam struktur pimpinan kampus. Karena itu tidak sesuai dengan peraturan dari Dikti. “Aktif sebagai ASN juga. Jadinya kampus tidak diperhatikan dan fokus,”ujar korlap, Ista Mujahid Akbar.

Mereka juga meminta dosen yang tidak memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), perlu dipertanyakan. Sebab “haram” dosen menguji yang tidak memiliki pangkat akademik. Karena hal tersebut masuk dalam aturan Dikti dan Kopertis. “Jika dalam 3×24 jam tuntutan massa aksi tidak dipenuhi, massa akan memboikot semua aktivitas di kampus Stisippol Palu,”ujarnya.

Sementara Ketua Jurusan Adm Stisipol Palu, Dr Muzakir Tawil, yang menerima masa aksi meminta mahasiswa agar melakukan dialog terkait apa yang menjadi tuntutan mereka. “Mari kita selesaikan persoalan ini dengan dialog bersama Ketua Stisipol Panca Bhakti Palu. Nanti setelah pulang dari umrah, kita bicarakan hal ini,”ujar Muzakir.

Ketua Stisipol Panca Bhakti Palu, Dr Adijoyo Dauda, dihubungi via ponselnya meminta agar mahasiswa harus lebih bersabar hingga adanya pertemuan yang membicarakan persoalan tersebut. “Saya berharap mahasiswa lebih bersabar, kita bicarakan persoalan ini dengan cara dialog,” ujar Adijoyo. Setelah mendapatkan jawaban dari pihak kampus, mahasiswa langsung melakukan penyegelan pintu ruang belajar kampus. (who).

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.