Banyak yang Harus Dibenahi untuk Menjadi Embarkasi Haji Antara

- Periklanan -

TERUS BERUPAYA: Gubernur H Longki Djanggola melepas pemberangkatan calon haji Sulteng tahun 2016 lalu di Asrama Haji Transit Palu. (Foto: dok)

PALU- Pemerintah daerah terus bekerja keras untuk mewujudkan Kota Palu sebagai embarkasi antara dalam pelaksanaan ibadah haji. Gubernur H Longki Djanggola mengakui banyak hal yang harus dibenahi untuk menuju embarkasi antara.

Ditemui usai salat jumat di Masjid Almuhajirin, kantor gubernur, Longki mengatakan beberapa hal yang harus dibenahi. Misalnya panjang run way Bandara Mutiara Sis Aljufri, penyiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM) serta renovasi Asrama Haji Transit Palu.

‘’Banyak yang harus kita benahi. Asrama haji itu akan direnovasi. Mungkin tahun depan,’’ kata Gubernur H Longki Djanggola.

Seperti diketahui, terkait perluasan landasan pacu, Gubernur H Longki Djanggola telah meminta kepada Presiden agar Sulteng bisa mendapat bantuan perpanjangan landasan pacu Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu.

- Periklanan -

Menurut catatan, pembebasan landasan pacu Bandara Mutiara Sis Aljufri saat ini membutuhkan anggaran yang sangat besar. Diperkirakan kurang lebih 20 hektar untuk runway akan menyedot anggaran Rp500 miliar.

Dinas Perhubungan Sulteng sejauh ini telah menyiapkan dokumen yang diperlukan terkait permohonan bantuan kepada presiden. ‘’Mudah-mudahan upaya gubernur ini bisa segera terealisasi, karena presiden keliahatannya merespons permohonan gubernur,’’kata Kadis Perhubungan Abd Haris Renggah.

Untuk mewujudkan embarkasi haji antara (EHA), beberapa waktu lalu Gubernur telah  menyampaikan permintaannya kepada Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Abdul Djamil agar kuota haji untuk daerah ini ditambah dan dijadikan EHA. Saat itu Gubernur didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama, Abdullah Latopada dan Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng Arif Latjuba.

“Terkait permintaan kami agar Sulteng dijadikan embarkasi haji antara pada prinsipnya Kementerian Agama melalui Dirjen PHU sangat sepakat. Untuk itu, Dirjen PHU akan berkoordinasi dengan jajaran Direktur Internal Ditjen PHU terkait beberapa syarat untuk penetapan embarkasi baru,” jelas Gubernur.

Menurut Asisten I, Arif Latjuba, untuk penetapan embarkasi haji antara, kesiapan daya tampung asrama haji hampir harus 2 kali lipat dari setiap kloter yang diberangkatkan. Lalu harus ada ruang yang memenuhi standar pemeriksaan  kesehatan, gudang dan lain-lain.(sya/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.