Banyak Tak Dihuni, PUPR Stop Pembangunan Huntara

- Periklanan -

PALU – Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang diharapkan dapat dihuni penyintas yang sebelumnya masih bertahan di tenda-tenda pengungsian, dihentikan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala BPPW Sulteng, Ferdinand Kano Lo kepada sejumlah wartawan, Jumat (20/12) menegaskan, bahwa pihaknya sebagai pelaksana pembangunan Huntara PUPR tidak lagi akan membangun. “Pembangunan kami stop, tidak ada lagi pembangunan Huntara,” tandasnya.

Menurut Ferdinand, selain memang penyintas yang membutuhkan menempati Huntara sudah terpenuhi, bahkan banyak Huntara setelah dilakukan pengecekan tim BPPW Sulteng ternyata sudah banyak yang kosong, tidak ada penghuninya.

- Periklanan -

“Untuk apa lagi dibangun Huntara, sementara banyak yang tidak ditinggali pemiliknya,” katanya tanpa merinci jumlah dan lokasi Huntara yang ditinggalkan penghuninya.

Terkait pembangunan Hunian Tetap (Huntap), menurut Ferdinand, sesuai kebutuhan penyintas di Palu, Sigi dan Donggala sekitar 11.400. Sementara asumi pembangunan Huntap yang dibangun Yayasan, NGO dan pihak lainnya sekitar 3.000.

Pembangunan Huntap di beberapa lokasi belum bisa secara keseluruhan tercapai. Hal itu karena ada yang terkendala masalah lahan. “Seperti lokasi Huntap yang di Duyu masih terkendala lahan yang masih bermasalah. Jadi kalau permasalahan lahan belum selesai Huntap belum bisa dibangun,” ujarnya.

Ferdinand menambahkan, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo pada Desember 2020 semua pembangunan Huntap di Palu, Donggala dan Sigi sudah harus sudah selesai. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.