Banyak Nama Penerima Stimulan Hilang Lagi

Data BPBD, Kelurahan dan Bappeda Tidak Sinkron

- Periklanan -

PALU – Warga penyintas sebagai penerima dana Stimulan rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan tahap II terancam banyak yang tak akan menerima bantuan tersebut.

Pasalnya data yang sudah berkali-kali dilakukan pendataan, mulai dari pendataan yang dilakukan PUPU diawal-awal pascabencana 28 September 2018, pendataan yang dilakukan pihak kelurahan setempat, pendataan dilakukan Bappeda Kota Palu sampai pendataan dilakukan BPBD Kota Palu selalu berubah-ubah.

Akibatnya warga yang bolak-balik melakukan pendataan, pada tahap akhir yang diumumkan BPBD Kota Palu masih banyak penyintas yang ternyata datanya hilang, setelah data sebelumnya yang ditempelkan di kelurahan nama-nama masih penyintas ada. Akibatnya warga bingung dengan pendataan berulang yang dilakukan Bappeda, Kelurahan dan BPBD yang tidak sinkron.

Salah seorang penyintas yang mengaku warga Jalan Thamrin saat mencek namanya di kantor Kelurahan Besusu Timur namanya sebagai penerima Stimulan Tahap II hilang. Padahal sebelumnya saat dicek pendataan di BPBD sekitar bulan Oktober 2019 namanya masih ada.

Tapi saat ini saat BPBD menempelkan daftar nama penerima dana Stimulan 2020 namanya hilang entah kemana. “Kita ini kasian rumah betul-betul rusak. Coba datang lihat sendiri di Jalan Thamrin. Sudah bolak-balik dari 2019 cek data awalnya ada, eh hilang lagi,” ujarnya.

Menurut perempuan yang mengaku rumahnya lumayan rusak berat itu, dari staf kelurahan Besusu Timur tempat data penerima dana Stimulan yang dikeluarkan BPBD Kota Palu menjelaskan, data tersebut merupakan nama-nama penerima data Stimulan tahap II.

Sementara ditanya data sebelumnya di akhir tahun 2019 lalu yang juga dikeluarkan BPBD Kota Palu ? Staf kelurahan mengaku tidak tahu dan mengarahkan untuk langsung menanyakan ke kantor BPBD Kota. “Kita ini kan bingung jadinya. Saya hitung-hitung sudah lima kali saya didata, disuruh perbaiki data. Tapi ujung-ujungnya nama saya hilang dan sepertinya saling lempar tanggungjawab,” katanya dengan nada kesal.

Senada dengan itu seorang pria paruh baya, sedang sibuk-sibuk memplototin nama-nama penerima dana Stimulan dari BPBD terpaksa harus menerima kenyataan namanya tidak ada dalam daftar nama penerima dana Stimulan tahap II.  Bahkan seorang staf Kelurahan Besusu Timur ikut mencari nama warga yang mengenakan kemeja putih. “Waktu di data lalu ada nama saya. Kenapa ini sudah hilang lagi. Kacau, semrawut sekali ini pendataan,” tukasnya.

Terpisah di kantor BPBD Kota Palu di ruangan yang tertulis Stimulan, sejumlah warga terlihat berada di ruangan yang banyak menumpuk berkas sampai di lantai. Beberapa warga itu adalah penyintas yang namanya juga hilang di data BPBD sebagai penerima dana Stimulan tahap II. Seorang pria usia lanjut yang mengaku warga Donggala Kodi menuturkan, dari pendataan awal, termasuk saat pendataan dilakukan oleh Bappeda Kota dia selalu mencek namanya.

- Periklanan -

Pada akhirnya pada data akhir BPBD 2020 namnya yang ditempelkan di kelurahan dia berdomisili namanya hilang tak berbekas. Dari Kelurahan sampaikan untuk mencek nama yang tidak ada di kantor BPBD Kota. Begitu dicek di BPBD nama juga tidak ada dan dari BPBD diarahkan lagi ke Bappeda Kota Palu, karena menurut BPBD data yang ditempel di Kelurahan semua berdasarkan data dari Bapedda. “Ini kan membingungkan kami. Kalau sudah seperti ini kami mau kemana lagi. Sementara katanya penyaluran dana Stimulan kedua sudah tidak ada lagi tahap berikutnya,” ujar pria berambut putih itu.

Senada dengan itu, Agustina warga Kelurahan Besusu Timur mengatakan, dia sudah bolak balik melakukan pendataan. Pada pendataan awal namanya masih tercantum di kelurahan. Begitu ada lagi data muncul di kelurahan namanya sudah hilang. Dan saat itu diarahkan memasukan data lagi ke BPBD Kota.

Dari BPBD kota saat itu diarahkan mendata melalui online. Beberapa bulan kemudian data dari BPBD ditempelkan lagi dan namanya ada. Bahkan saat itu dari pihak kelurahan diarahkan untuk melengkapi berkas memasukan fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan fotocopy kepala keluarga.

Saat ini saat data baru dari BPBD Kota kembali ditempelkan sebagai penerima dana Stimulan tahap II namanya hilang lagi. “Baru tadi saya ke BPBD Kota, penjelasan dari petugasnya, data yang mereka tempel di masing-masing kelurahan berdasarkan data dari Bappeda. Ini bagaimana, kami warga dibuat bingung dengan cara pendataan pemerintah kota Palu. Jadi selama ini kami didata, baik didata dengan cara manual sampai yang online sebenarnya nama kami dikasih kemana,” kesalnya.

Sementara staf di bagian pendataan penerima dana Stimulan di BPBD Kota Palu, yang terlihat sedang sibuk mengangkat berkas dalam kardus saat menjawab pertanyaan beberapa warga yang hendak menanyakan data nama mereka yang hilang tidak bisa memberi jaminan apakah nama-nama penyintas yang tidak masuk sebagai penerima dana Stimulan Tahap II apakah akan ada tahap selanjutnya. “Saya juga tidak tahu bapak ibu. Yang jelas data yang ada di kelurahan adalah data sesuai yang di SK-kan pak walikota sebagai penerima dana Stimulan tahap II. Kalau untuk yang tidak ada namanya apakah ada tahap selanjutnya saya juga tidak tahu,” ujarnya.

Menurut pria berkumis itu, BPBD tetap membuka posko untuk mencek nama-nama sebagai penerima dana Stimulan tahap II. Namun data yang ada di BPBD Kota Palu, semua berdasarkan data yang diinput dan diserahkan dari Bappeda Kota Palu. “Coba ibu cek datanya ibu dulu ke Bappeda siapa tahu ada namanya disana. Nanti dicek lagi di data kami di BPBD,” katanya, sambil menjelaskan untuk proses pengecekan data di BPBD Kota Palu hanya dari hari Senin sampai Kamis, dari pagi sampai pukul 12.00.

Diberitakan Radar Sulteng sebelumnya, BPBD Kota Palu pada bulan Oktober 2019 lalu juga pernah membuka posko pendataan kembali nama-nama warga penerima Stimulan tahap I yang namanya hilang. Bahkan warga yang tidak terdata bisa langsung menginput dan mengirimkan data kembali melalui website bit.ly/infowargapalu.

Saat Radar Sulteng mencoba mengakses website yang pernah dibuka khusus BPBD untuk pendataan penyintas penerima dana Stimulan tidak bisa lagi diakses, hanya tercantum tulisan. “Info Warga palu II. Formulir Info Warga palu II sudah tidak menerima tanggapan lagi. Coba hubungi pemilik formulir jika menurut Anda ini keliru”.

Sementara sampai berita ini diturunkan pihak BPBD Kota Palu belum memberikan keterangan resmi. (ron)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.