Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Banyak Jamaah Haji Terserang Batuk

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pengurus TPHI dan tim medis Sulteng melihat jamaah yang masih dirawat di rumah sakit di Makkah, Senin (28/8). (Foto: ist)

MAKKAH – Dua hari menjelang wukuf di Arafah, Kamis (31/8), banyak jamaah calon haji (JCH) dari Sulawesi Tengah yang terserang batuk-batuk. Bahkan, masih ada jamaah yang sampai kemarin di rawat di rumah sakit di Makkah Almukaramah bernama, Nurlihah, kloter 08 BPN rombongan 6.

Muhammad Munif Godal, TPHI Kloter 8 melaporkan bahwa, banyak jamaah asal Sulteng yang terserang batuk dan influenza. Penyebabnya kata Munif, kurangnya perhatian dari jamaah untuk selalu menjaga kesehatan. Apalagi, cuaca di Makkah dilaporkan cukup panas dan membuat jamaah selalu minum air es (dingin).

Salah satu jamaah, Habir Londo mengatakan, dirinya sakit batuk dan influenza dikarekan sering mengkonsumsi minuman dingin yang dibagi-bagikan secara gratis di Makkah. ‘’Ya apa boleh buat kerena cuaca panas tidak tahan godaan minum yang dingin-dingin,’’ kata Habis sebagaimana dikutif TPHI kloter 08 tersebut.

Sementara salah satu jamaah kloter 08 BPN yang sakit dan dirawat di RS di Madinah, telah diberangkatkan ke Makkah dengan menggunakan ambulance. Jamaah bernama Nurlihah setibanya di Makkah langsung diterima tim medis di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang beralamat di Syisyah pada Senin (28/8) sekira pukul, 09.00 WAS.

Kata Munif, saat tiba di KKHI kondisi Nurlihah tampak membaik. Tampak wajah Nurlihah menunjukkan perubahan dan tinggal menunggu proses penyebuhan. Menurut dr Nurul Eksan (dokter kloter 08 BPN) secara umum kondisi fisik Nurlihah sudah membaik dan tinggal pemulihan saja. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan kata Nurul, bagi jamaah yang sakit telah didaftarkan untuk di safari wukufkan pada 09 Dzulhijjah 1438 H.

‘’Kami selaku pembimbing ibadah berusaha memberikan motivasi semangat, agar mereka terus tabah dan sabar seraya memohon doa kepada Allah agar senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan untuk dapat kembali melaksanakan ibadah wukuf di Arafah,’’ tegas ustad Munif dihadapan pasien Nurlihah bersama tim medis dr Nurul Eksan.

Munif juga melaporkan, menjelang wukuf di Arafah, jumlah jamaah yang memadati Masjidilharam jutaan. Para jamaah khususnya yang memiliki risiko tinggi (Risti) diimbau menghindari ketempat yang menjadi pusat para jamaah.

Wukuf di Arafah dipastikan membutuhkan kesiapan mental maupun fisik yang ekstra. Olehnya, para jamaah diimbau tim medis maupun TPIH untuk selalu menjaga kesehatan dan menghindari minuman yang dingin.

Sekretaris MUI Kota Palu juga mengatakan, puncak pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini, yakni wukuf di Arafah telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi akan dilaksanakan pada Kamis (31/8) atau pada 9 Dzulhijjah 1438 H. ‘’Jamaah akan bertolak menuju Arafah pada Rabu pagi (30/8) sekira pukul, 10.00 WAS,’’ demikian jelasnya. (*/lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.