Bantuan Rp 25 Juta dari Kemensos Tak Jelas

Isunya Tertahan di Dinsos Tolitoli

- Periklanan -

TOLITOLI — Banjir bandang medio 2017, tidak hanya menyisahkan kenangan sedih warga Kota Cengkeh. Luapan kecewa khususnya warga korban bencana terus disuarakan. Termasuk mereka yang tinggal di titik bencana terparah Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan.

Suara kecewa itu, masih terkait janji Kementerian Sosial yang akan memberikan bantuan dana senilai Rp 25 juta per kepala keluarga (KK), pasca banjir lalu. Ujar warga, “janji tinggal janji”.

“Hingga kini janji pemerintah pusat tidak ada yang terealisasi. Kami sudah kesulitan untuk menghidupi diri, karena banyak harta warga kami yang hilang terbawa banjir, rumah dan sebagainya. Karena itu, kami menagih janji pemerintah,” ungkap Dg Siole, tokoh masyarakat Tuweley, kemarin (17/1).

Selain Dg Siole, puluhan massa yang mendatangi ke kantor Dinas Sosial merupakan warga Tuweley. Dan warga mempertanyakan, kapan bantuan dana Rp 25 juta terwujud. Bahkan sering disuarakan kemana-mana. Selain itu, warga juga galau dengan isu bahwa, dana bantuan telah terealisasi, namun tertahan di Dinas Sosial. Benarkah..?

Dikonfirmasi mengenai isu dana bantuan yang diduga tertahan, Kepala Dinas Sosial Tolitoli Indar Dg Silasa membantah tegas, sekaligus meluruskan.

- Periklanan -

Menurutnya, isu dana bantuan dari kementerian telah cair, tidaklah benar. Dana tersebut belum cair, bahkan untuk memperkuat ucapannya, selain langsung bertatap muka dengan puluhan massa yang sempat membuat bingung stafnya, Indar juga memperlihatkan bukti buku rekening khusus bagi korban bencana banjir bandang. Dan yang tertera di buku yakni, 0 rupiah.

Lanjut Indar, dana bantuan tersebut hingga saat ini memang belum diberikan oleh kementerian sosial kepada Pemkab Tolitoli melalui Dinas Sosial. Dengan beberapa alasan, di antaranya pemerintah Indonesia saat ini masih fokus menangani bencana nasional yang terjadi di beberapa daerah seperti banjir, gempa bumi, tsunami, angin puting beliung dan bencana lainnya.

Sehingga, Kementerian Sosial memprioritaskan kondisi bencana yang dianggap lebih darurat dan perlu penanganan bantuan yang lebih serius. Namun demikian, bukan berarti bantuan yang dijanjikan kepada warga Tuweley dan daerah lain di Tolitoli ditiadakan, tetapi tertunda.

“Kami Dinas Sosial tidak berani menahan bantuan untuk warga korban bencana. Kami harap warga tidak mudah terprovokasi, dan bersabar. Jika bantuan sudah terealisasi, maka kami pun segera menyerahkannya.,” janji Indar yang menambahkan, beberapa kendala lain adalah, struktur di Kementerian Sosial mengalami perubahan, menteri dan pejabat lain ikut bergeser.

Kedatangan warga Tuweley ke Kantor Dinas Sosial mendapat perhatian dan pengawasan Polres Tolitoli. Mengantisipasi agar tidak terjadi aksi kisruh, polisi yang dipimpin Kabag Ops Kompol Nurhadi SH melakukan pengamanan di dalam maupun di luar area kantor Dinas Sosial.

Polisi juga melakukan pendekatan secara persuasif dan kekeluargaan, untuk mendinginkan warga yang mulai terpancing emosi. Setelah mendapat penjelasan yang lebih detail, puluhan massa akhirnya membubarkan diri. (dni)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.