Bantuan Asistensi Dari Balai “NIPOTOWE” Palu Diserahkan Menteri Sosial Ad Interim  di Manado

- Periklanan -

MANADO –  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, yang juga ditunjuk sebagai  Menteri Sosial sementara, Muhadjir Effendi menyerahkan bantuan Asistensi Sosial dari Balai Disabilitas “Nipotowe” di Palu pada puncak perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang dilaksanakan di Kota Manado pada  Sabtu (19/12/) kemarin siang. 

Bantuan Asistensi Sosial tersebut diperuntukkan untuk membantu keluarga, komunitas dan LKS penyandang disabilitas dalam meningkatkan kemandirian sebagai wujud kesetiakawanan sosial. 

“Selama pandemi covid 19 ini, situasi yang kami hadapi semakin sulit. Dengan adanya bantuan dari Kemensos melalui  Balai Disabilitas “Nipotowe” di Palu dapat  meringankan beban kami,” Ungkap Arie Wawointana, salah satu penerima bantuan senilai seratus dua puluh juta dari Balai Disabilitas Nipotowe di Palu, yang mewakili kelompok penyandang disabilitas intelektual, dan diserahkan secara simbolis oleh Muhadjir, Menteri Sosial ad interim.

Bantuan tersebut, kata Arie akan disalurkan kepada penyandang disabilitas intelektual yang ada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Yayasan Persekolahan Kristen Emanuel Manado, dengan jumlah binaan sebanyak 60 orang, dan untuk Yayasan Putra Mandiri Gorontalo sebanyak 40 orang. Arie menambahkan, LKS nya memperoleh bantuan setelah menjalin kerjasama dengan Balai Disabilitas Nipotowe di Palu dalam menangani disabilitas Intelektual di Sulawesi Utara.

Bantuan Asistensi Sosial juga diserahkan secara simbolis oleh Muhadjir kepada semua ragam disabilitas, anak dan lanjut usia, termasuk kepada LKS, dan IPWL.  Bantuan yang diberikan berupa uang, kursi roda, kruk, alat bantu dengar dan alat aksesibilitas lainnya dengan total bantuan yang diserahkan senilai 317 juta lebih. 

Total bantuan yang diserahkan pada kegiatan Hari Kesetiakawanan Sosial tersebut berasal dari beberapa balai unit Kementerian Sosial RI, diantaranya Balai Disabilitas Nipotowe di Palu sebanyak 120 juta, Balai Tumotou di Manado sebanyak 20 juta, Balai Wasana Bahagia di Ternate sebanyak 20 juta, Loka Lanjut Usia Minaula Kendari sebanyak 50 juta, Loka Sensorik Rungu Wicara Meohai Kendari sebanyak 30 juta, Balai Wirajaya Makassar sebanyak 12,5 juta, dan dari Balai Toddopuli di Makasar sebanyak 3 juta. 

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Balai “Tumou Tou” di Manado pada Sabtu (19/12) siang, setelah sebelumnya menghadiri puncak kegiatan HKSN di Gedung Mapalus.

“Kesetiakawanan Sosial ditengah pandemi Covid 19 ini sangat kita perlukan dan sebaiknya selalu tercermin dalam keseharian kita bersama” kata Muhadjir saat memberikan sambutan pada peringatan puncak HKSN 2020 yang dilaksanakan di Gedung Mapalus Kantor Gunernur Sulawesi Utara, Kota Manado. 

- Periklanan -

Ia menambahkan bahwa tema HKSN tahun 2020 sangat cocok dengan kondisi pandemi sekarang ini yaitu “Kesetiakawanan Sosial Melawan Covid-19”.

Muhadjir melanjutkan bahwa kesetiakawanan sosial tercermin dari sikap saling berbagi yang dilandasi  gotong royong, kerelaan, kesetiaan, kebersamaan, toleransi, dan kesetaraan dan meningkatkan harkat, martabat, serta kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah telah melakukan berbagai upaya menanggulangi musibah pandemi Covid-19 dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui HKSN ini, mari tingkatkan kepedulian dan disiplin menerapkan gerakan 3 M yakni Menggunakan masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak,” kata Muhadjir. 

Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat saat mendampingi Muhadjir melakukan kunjungan ke Balai Tumou Tou di Manado, menyampaikan bahwa Muhadjir sangat mengapresiasi kegiatan HKSN 2020 di Kota Manado, terlebih melihat hasil karya penerima manfaat di balai unit kemensos tersebut dalam memberikan pelayanan terhadap disabilitas.

“Tadi Menteri Sosial mencoba keterampilan pijat dari penyandang disabilitas netra,  yang merupakan penerima manfaat dari Balai Tumou Tou Manado, kira-kira dua puluh menit lebih, dan beliau mengapresiasi kinerja Balai Kemensos yang sudah membantu kemandirian mereka yang rentan. ” jelas Harry. 

Harry berpesan agar produk yang dihasilkan oleh penerima manfaat binaan dari Balai Unit Kementerian Sosial RI bisa meningkat kualitas produknya dan mampu bekerjasama dengan pelaku usaha untuk memasarkan produk. 

Harry juga mendorong agar seluruh balai unit Kementerian Sosial RI melaksanakan kegiatan lain yang dapat meningkatkan produktifitas penerima manfaat. 

Selain itu, Kementerian Sosial juga akan merubah nomenklatur nama balai untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap mereka yang rentan, yang cenderung  dianggap membina orang yang mengalami masalah dan kerusakan,” jelas Harry sebagaimana disampaikan Astrid Tim Humas Balai Disabilitas Nipotowe Palu kepada Radar Sulteng. (*/lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.