Bank Sulteng Ditinggal, Pegawai Disdik dan Guru Beralih ke BNI

- Periklanan -

Pegawai Disidk dan guru mengambil formulir buka rekening baru di Kantor Disdik Kota Palu, Jumat (5/5). (Foto: Safrudin)

PALU – Pegawai dan guru di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu diwajibkan untuk berpindah rekening, dari rekening Bank Sulteng ke Bank Negara Indonesia (BNI).

Pantauan di kantor Disdik Jalan Masjid Raya Palu, Jumat  (5/5), tampak puluhan pegawai Disdik dan guru mendatangi kantor tersebut untuk mengisi formulir buka rekening baru.

Pegawai dan guru yang ingin membuka rekening, rela mengantre untuk mengambil formulir. Mereka mengaku tidak merasa diberatkan dengan kebijakan Pemkot Palu melalui Disdik itu. Karena sebagai bawahan mesti patuh dengan aturan yang dibuat pemangku kebijakan.

Syarifah misalnya. Guru PKN di SMP Alkhairaat Palu ini mengaku, tidak bisa berbuat apa-apa atau tak setuju. Karena membuka rekening baru merupakan kebijakan yang harus diikuti. Dan itu berlaku bukan hanya kepada dirinya saja. “Tidak juga direpotkan. Mau diapa sudah, kita hanya ikut aturan,” ucapnya pasrah.

- Periklanan -

Kepala Disdik Kota Palu, Ansyar Sutiadi menyatakan bahwa upaya itu untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pegawai dan guru di lingkup Pemkot Palu. “Ini kita lakukan supaya lebih mempermudah penerimaan gaji,” ujar Ansyar Sutiadi kepada koran ini di ruang kerjanya kemarin.

Dengan berganti rekening seperti itu, menurut Ansyar tak ada masalah. Semua berjalan lancar proses pergantian rekening dari Bank Sulteng ke BNI. “Sebelumnya, juga terjadi pergantian rekening begini. Lalu dari Bank BNI ke BPD (Bank Pembangunan Daerah/Bank Sulteng, red) baru ke guru. Sekarang dari Bank BNI langsung ke guru sudah,” terangnya.

Jadi lanjut Ansyar, tidak perlu lagi adanya pemindahan antar bank lagi, melainkan dari satu bank saja yang langsung ke guru. Menurutnya, saat ini semua guru di lingkungan Disdik sudah berpindah rekening ke BNI. “Sekarang masih tahap pembukaan rekening baru. Untuk pegawai dinas dan guru swasta, prosesnya di kantor dinas. Sedangkan guru negeri, di sekolah masing-masing,” tambahnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Palu, Irmawati Alkaf membenarkan adanya pemindahan rekening yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke Bank BNI. Namun ditegaskannya, hal tersebut tidak bersifat wajib dan diserahkan ke OPD masing-masing.

“Tidak ada edaran yang mewajibkan. Tapi alangkan baiknya kalau satu rekening saja Pemda Kota Palu,” ucap Irma dihubungi via telepon.

Hal tersebut, kata Irma, merupakan saran dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) perwakilan Sulteng saat melakukan pemeriksaan belum lama ini. Supaya kas daerah disarankan menggunakan cukup satu rekening. “Dana PAD Kota Palu adanya di Bank Sulteng. Terus dana transferan seluruhnya ada di BNI. Kalau gaji tergantung OPD-nya, mau pakai bank mana” ujar Irma. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.