Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Banjir Tayadun Buol Tewaskan Seorang Warga

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

KORBAN JIWA : Banjir yang terjadi di Desa Tayadun Kecamatan Bokat beberapa hari lalu, telah merenggut korban jiwa. (Foto: Rustam Baculu)

BUOL-Banjir kembali melanda Kabupaten Buol, setelah diguyur hujan deras selama kurang lebih 40 jam, pada Rabu malam (22/2) hingga Kamis (23/2), mengakibatkan beberapa desa terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 150 cm. Sebagian besar banjir diakibatkan meluapnya Sungai Tayadun yang merendam pemukiman warga, hingga mengalami kerugian yang cukup besar.

Fasilitas pemerintah seperti jembatan di Desa Tamit dan Desa Tamit putus. Kemudian, jembatan Desa Unone rusak berat, Desa Bunobogu. Juga menyapu Desa Tikopo, Poongan, Lonu. serta longsor di Desa Mopu Kecamatan Bukal yang menerpa rumah warga serta korban yang meninggal dunia. ”Di desa kami saat banjir 250 KK terpaksa mengungsi ke tempat yang aman dari banjir, ”ungkap Kades Tayadun Jasmin, pada Radar Sulteng, Jumat (24/2).

Dia mengatakan, banjir yang melanda desa tersebut terhitung yang kedua kalinya terjadi, dan merupakan banjir yang terparah selama belasan tahun. Hal tersebut dikarenakan perkampungan yang diapit dua sungai besar yakni Sungai Bunobogu dan Sungai Tayadun tidak mampu menampung derasnya air saat musim penghujan, ditambah intesitasnya cukup tinggi.

Diungkapkannya, banjir yang kedua kalinya ini satu warga desa meninggal di pengungsian bernama Eri Wibowo (38) karena kedinginan. Selain itu puluhan rumah warga berbahan baku kayu rusak, ternak warga banyak yang hanyut disapu banjir yang disertai lumpur. Serta beberapa fasiltas kendaraan roda dua warga terendam dan mengalami kerusakan, demikian juga fasilitas pemerintah lainya dan lahan perkebunan yang sudah ditanami terancam gagal panen.

Dikabarkan juga, hujan yang mengguyur Kabupaten Buol terebut mengakibatkan lonsor di beberapa titik jalan trans Sulawesi, sehingga kendaraan dari berbagai penjuru lumpuh. Namun saat ini sudah bisa dilalui berkat bantuan alat berat, terutama poros jalan yang menghubungkan Kabupaten Buol dengan Provinsi Gorontalo. ”Kalau kerugian banjir kali ini di desa kami cukup besar. Bisa ditaksir sekitar Rp 300-400 juta, dan beruntung dinas teknis sudah menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena musiba, ”demikian Jasmin.(tam)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.