Banjir di Sausu Peore, 70 Rumah Terendam

- Periklanan -

Salah seorang anggota Polsek Sausu menunjuk salah satu rumah warga yang sudah miring dan retak akibat banjir di Desa Sausu Peore, Jumat dinihari kemarin. (Foto: Polres Parimo)

PARIMO- Setelah melanda Desa Tolai dan Tolai Barat Kecamatan Torue, banjir juga melanda wilayah Desa Sausu Peore, Kecamatan Sausu, Jumat dini hari (2/6) sekitar pukul 01.00 wita.

Daerah yang terparah dilanda banjir adalah di Dusun II desa tersebut. Penyebab banjir akibat hujan lebat dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan jebolnya dua titik tanggul sungai yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo). Menurut keterangan warga setempat, air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 01.00 wita.

- Periklanan -

Berdasarkan data dari pihak kepolisian sebagaimana yang disampaikan oleh Kapolres Parimo, AKBP Sirajuddin Ramly SH, tercatat 70 rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi hingga yang tertinggi mencapai 50 cm. Bahkan katanya ada satu unit rumah permanen milik warga setempat yang diketahui bernama Dakwan sudah miring dan retak-retak, serta sebagian lantainya sudah longsor akibat pasir di bawah pondasi rumah sudah hanyut terbawa banjir.

“Kapolsek Sausu, Iptu Haris, bersama tujuh anggotanya sudah turun ke Desa Sausu Peore. Berdasarkan laporan yang kami terima, selain merendam rumah warga, banjir tersebut juga menghanyutkan tanaman palawija serta menghanyutksn ikan di kolam maupun di empang milik warga setempat,”ujar Sirajuddin kepada wartawan, Jumat (2/6) kemarin.

Berdasarkan keterangan warga setempat kata Sirajuddin, peristiwa banjir tersebut merupakan yang keempat kalinya dalam bulan suci Ramadan ini (sepekan). Langkah-langkah yang sudah dilakukan pihak kepolisian kata Sirajuddin adalah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi warga ke tempat aman, berkoordinasi dengan Camat Sausu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parimo, untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada para korban banjir. Belum diketahui kerugian akibat banjir tersebut.

Sayangnya pihak BPBPD Kabupaten Parimo belum dapat dikonfirmasi terkait banjir tersebut. Kepala BPBD Kabupaten Parimo, Ir Arifin Amat, yang dikonfirmasi Radar Sulteng melalui ponselnya tidak dapat dihubungi. Terdengar nada sambung, namun telepon tidak direspon. Demikian pula ketika dimintai penjelasannya melalui SMS juga belum direspon.(aji)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.