Banjir, Desa Labuan Lumbubaka Terisolir

- Periklanan -

Warga gotong royong mengangkat motor yang ingin menyeberang di tengah air sungai yang banjir, Senin awal pekan kemarin. (Foto: Mahasiswa KKN Untad)

DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala, diminta untuk segera merealisasikan rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Labuan Lumbubaka dengan desa lainnya. Akibat tidak adanya jembatan, desa yang berbatasan dengan Desa Labuan Toposo tersebut, saat banjir seperti saat ini menjadi terisolir.

Fahril, salah seorang warga, mengatakan di musim hujan, warga selalu merasa waswas. Jika sungai banjir, maka warga Labuan Lumbubaka akan sulit untuk mendapatkan akses keluar masuk desanya.

“Desa ini (Labuan Lumbubaka), dikelilingi dua sungai yang sama besarnya. Hanya ada dua jalan yang menjadi jalur keluar masuk desa, dua jalan itu semuanya ada sungai. Baik yang dari arah Labuan Toposo, maupun yang dari arah Labuan Kungguma. Jadi kalau banjir, tidak ada pilihan selain hanya berdiam diri di rumah,”kata Fahril.

Fahril, mengakui bahwa usulan pembuatan jembatan merupakan aspirasi yang selalu disuarakan oleh masyarakat dalam setiap Musrenbang. Sayangnya usulan tersebut, belum direspons oleh pemerintah. Buktinya, sampai saat ini belum ada kejelasan, kapan jembatan di desanya akan dibangun.

Tidak adanya jembatan, sehingga ketika banjir, banyak anak-anak yang tidak sekolah. Sebab di dalam Desa Labuan Lumbubaka, hanya ada Sekolah Dasar (SD). Akibatnya, jika banjir siswa SMP atau SMA, terpaksa tidak sekolah, karena tidak berani untuk menyeberang sungai.

- Periklanan -

Fahril, mengungkapkan bahwa pada tahun lalu, sempat terjadi banjir bandang hampir sebulan. Akibatnya ketika itu, warga kekurangan bahan makanan. Tidak adanya jembatan, juga membuat aktivitas warga jadi terbatas.

“Warga kesulitan membawa hasil panennya keluar dari desa. Sedangkan dalam keadaan tidak banjir, tidak ada mobil yang berani menyeberang sungai, apalagi dalam keadaan banjir. Untuk membawa hasil panennya, warga terpaksa menggunakan motor lalu diangkut manual pakai tenaga manusia menyeberang sungai, nanti dijemput di seberang sungai,”katanya lagi.

Kata Fahril, bahwa sungai yang mengelilingi Desa Labuan Lumbubaka, banjir rata-rata tiga kali dalam setahun. Saat ini, karena tingginya intensitas curah hujan, membuat sungai kembali meluap. Warga pun mulai khawatir, bakal mengalami peristiwa seperti pada 2016 yang lalu.

Masalah lainnya yang juga dialami warga saat banjir, yakni kekurangan air bersih. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, mengandalkan dari sungai. Sehingga, ketika banjir, warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“Besar harapan kami, semoga Pak Bupati Donggala bisa mendengarkan aspirasi kami. Sudah sejak lama kami mimpikan ada jembatan di daerah kami,”tandasnya.

Desa Labuan Lumbuka, merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Di sisi barat berbatasan dengan Desa Labuan Toposo yang dipisahkan sungai, dan di sisi timur berbatasan dengan Desa Labuan Kungguma yang juga dipisahkan oleh sungai. Labuan Lumbubaka, merupakan desa hasil pemekaran dari Labuan Kungguma pada 2012 yang lalu.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.