Banjir Bandang Bolapapu Berulang

Bapak dan Anak Tewas Diterjang Banjir Bandang

- Periklanan -

SIGI – Ayah dan anak dilaporkan meninggal dunia setelah diseret arus banjir bandang di Dusun Pangana Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Kamis (12/12).

Banjir bandang yang menerjang Desa Bolapapu terjadi sekitar 18.30 wita, air datang setelah sungai Magila meluap dan di hulu sungai diguyur hujan deras. Tercatat di lokasi yang sama pernah diterjang banjir pada awal Desember tahun 2011.

“Hingga saat ini kami dapat info ada dua korban yang meninggal dunia, ayah dan anak yang saat kejadian sedang tidur terlelap di rumahnya dan datang air besar. Kalau peristiwa 2011 itu ada lima korban,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sigi, Ahmad Yani kepada Radar Sulteng, tadi malam.

Data dua korban ayah dan anak yaitu Yan Cristison Bambarehi (51) dan Rezky Bambarehi (8). Kedua jasad ini langsung dievakuasi oleh warga setelah terbawa arus banjir. Ahmad Yani tak mengetahui pasti, apakah dua korban ini ditemukan masih di dalam rumah atau sudah terseret keluar.

Sementara itu, banjir bandang juga membawa batu dan kayu gelondongan masuk ke perkampungan. Beberapa kendaraan masyarakat juga terlihat tertimbun lumpur.

“Kami belum ketahui jelas berapa Kepala Keluarga (KK) dan rumah yang terdampak, hanya info dua korban meninggal dunia. Warga yang selamat sementara mengungsi di gereja setempat dan ke dusun I,” lanjut Ahmad Yani via telepon.

Pihak BPBD Sigi menurut Ahmad Yani sudah diturunkan untuk membawa bantuan yang berangkat dari Kantor BPBD di Desa Bora dengan membawa tenda dan logistik yang dibutuhkan para pengungsi. Dia mengakui, akan terus memantau dan berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan di Kulawi.

“Ada yang beredar sekitar 60 KK yang terdampak, tapi saya konfirmasi dulu dengan Kepala Desa jelasnya berapa yang terkena dampak banjir. Kalau listrik saat kejadian tidak padam,” sebutnya.

- Periklanan -

Terpisah, Kepala Kantor SAR Palu, Basrano SE mengungkapkan, memberangkatkan tim rescue pada pukul 19.23 wita, dengan estimasi waktu tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 wita tadi malam. Basrano berharap, dalam perjalanan ke lokasi tidak ada hambatan, karena mengingat masih terjadi hujan dengan intensitas yang ringan.

“Sehingga tim rescue bisa bergabung dengan unsur dan masyarakat yang sudah ada di lokasi saat ini. Kami juga mendapat info kalau ada dua korban, posisinya dalam kondisi tertidur saat banjir,” terang Basrano.

Dinas Sosial Provinsi Sulteng juga menurunkan tim Tagana yang akan membangun dapur umum Kamis malam di Desa Bolapapu. “Dan besok (hari ini, red) beras dan sayur-mayur akan kami distribusikan untuk persediaan dapur umum. Untuk sementara mobil dapur umum belum bisa tembus karena sulit untuk menjangkau desa Bolapapu,” kata Kadis Sosial Provinsi, Ridwan Mumu kepada Radar Sulteng.

Ridwan Mumu juga telah menginformasikan bencana banjir bandang ini ke Kemensos RI. Kata Ridwan Mumu, instruksinya adalah Dinsos melakukan koordinasi dengan segala sesuatu terkait dengan penanganan korban banjir bandang dengan Pemda dan Dinsos Sigi. Lanjut Ridwan Mumu, bantuan mulai dari logistik sampai santunan ahli waris segera diajukan untuk korban meninggal dunia.

Dan mengerahkan Tagana Sigi dan menugaskan Tagana Utama sebagai Dansatgasnya. “Beras, lauk-pauk yang disiapkan Kemensos RI dan Dinsos Provinsi siap didistribusikan sesuai perintah Pak Dirjen Linjamsos dan Direktur PSKBA Kemensos RI,” jelas Ridwan Mumu.

Sementara itu data dari Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Sigi korban selamat Penyintas Selamat sebanyak 218 KK dengan 707 jiwa yang berada di Dusun II RT I 42 KK sebanyak 149 jiwa, Dusun III RT III 55 KK 168 jiwa, Dusun III RT II 59 KK 180 jiwa, Dusun III RT I 62 KK 210 jiwa.

Kemudian rumah rusak ringan 50 (masih identifikasi), rusak berat 7 (masih identifikasi). Untuk lokasi pengungsian di Bolapapu diantaranya di SD BK 2 unit, Huntara 10 unit, rumah warga 15 unit, dan rumah dinas Camat. Untuk kebutuhan data korban seperti beras, makanan, air bersih, popok bayi, susu bubuk balita, pakaian balita, selimut, obat-obatan, pakaian dewasa, alat masak, kebutuhan khusus perempuan.

Tim respon awal terdiri dari Karsa Institute, Penabulu, Pusaka Indonesia, Tim PRB Bolapapu, Forum PRB Sigi, Pemda Sigi, Pemerintahan Kecamatan Kulawi (Camat, Polsek, Koramil), Pemerintah desa Bolapapu. Tindakan Awal hingga pukul 22.35 wita, menyaluran popok bayi, minyak kayu putih, mie instan, pakaian balita, susu bubuk, dan obat anti nyamuk. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.