Bangun Infrastruktur, Pemda Sulteng Didorong Libatkan Investor

- Periklanan -

PALU – Sulawesi Tengah mempunyai potensi infrastrukturnya yang bisa dikerja tidak hanya dikerjakan pemerintah dengan biaya APBD dan APBN saja, tapi memanfaatkan peluang bisa dikerjakan oleh dana swasta atau investor.

Masrianto (Foto: Rony Sandhi)

Direktur Bina Investasi Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), DR. Ir. Masrianto, MT disela-sela kegiatan Workshop Alternatif Pola Pembiayaan Investasi Infrastruktur Bidang PUPR, Kamis (2/8) di salah satu hotel di Kota Palu, mengatakan untuk investor tidak harus dari luar masuk ke Sulteng, tapi bisa juga sumber daya investor dari Sulteng, seperti kontraktor, konsultan-konsultan yang pola kerjanya sebagai investor yang bisa mengerjakan proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, perumahan, air bersih dan persampahan yang ada pada bidang PUPR.

“Dengan pola pembiayaan investor yang dimaksud bukan dari pembiayaan bersumber APBD dan APBN tapi bersumber dari dana swasta investor,” jelasnya.

- Periklanan -

Menurut Masrianto, salah satu contoh proyek infrastruktur yang bisa dikerjakan pihak swasta atau investor adalah proyek air bersih. Selama ini proyek air bersih didominasi dikerjakan oleh pemerintah, kenapa tidak pihak investor yang mengerjakannya. Bahkan proyek air bersih berpeluang ditawarkan ke investor di luar negeri, seperti Korea atau Negara lainnya. Untuk Sulawesi Tengah kata Masrianto kapan lagi, harusnya sudah mulai sekarang dirintis. Kedepan pemerintah tidak lagi mengandalkan dari APBD dan APBN karena akan terlambat seperti penegasan presiden Joko Widodo.

“Kita akan tertinggal dengan Negara-negara maju jika kita tidak segera bergerak, kedepan harus ditingkatkan pengembangan infrastruktur tidak hanya mengadalkan APBD dan APBN tapi juga melibatkan pihak swasta dalam investasi infrastruktur,” katanya.

Selain itu, Masrianto menambahkan, proyek infrastruktur yang juga berpeluang untuk diswastakan adalah persampahan. Sampah bisa dikelola untuk bahan semen, bisa dijadikan sumber energy listrik. Walaupun tidak sepenuhnya bahan sampah itu bisa diolah untuk bahan-bahan tersebut, tapi paling tidak sampah memiliki manfaat besar daripada menjadi limbah yang tidak bermanfaat. “Mulai sekarang sudah bisa direncanakan dengan melibatkan pihak swasta,” jelasnya.

Masih menurut Masrianto, dari sisi investor dengan adanya lembaga Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) diharapkan dapat mendorong asosiasi atau anggotanya dapat menjadi investor dalam investasi mendukung pembangunan infrastruktur. Yang terpenting sangat diharapkan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui setiap kepala dinas kabupaten/kota dapat segera melaporkan ke bupati dan walikota serta gubernurnya, untuk mulai mendorong dan mengubah yang tadinya hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur melalui pembiayaan APBD/APBN, dengan menswastakan pembangunan infrastruktur, karena hal ini merupakan amanat nasional pak presiden. “Kita harapkan pada kepala-kepala dinas melaporkan ke pimpinannya apakah bupati, walikota atau gubernur untuk mendorong pihak swasta bisa terlibat dalam investasi pengembangan infrastruktur di Sulteng,” terangnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.