Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Bangga Dampingi Para Jamaah Haji di Tanah Suci

PALU-Salah seorang Petugas Kesehatan Haji Daerah (PKHD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang kurang lebih sebulan lamanya mendampingi jamaah haji selama di tanah suci Makkah Almukarram, Santi, S.Kep., Ns, yang sehari-harinya bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Sakit Anutaapura Kota Palu, menyuarakan isi hatinya kepada Radar Sulteng, Minggu (8/9).

Dikatakannya, detik-detik berakhirnya tugas sebagai pelayan tamu Allah, perasaan bercampur aduk. Ada rasa senang dan gembira. “Rasa senang, karena insya Allah sebentar lagi akan bertemu dengan keluarga. Sementara, rasa sedih, karena meninggalkan tempat di mana kita merasa sangat bersyukur diberikan kesempatan melayani tamu-tamu Allah, “ tutur Santi.

Selama di tanah suci Makkah, dirinya telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Walaupun dalam menjalankan tugas kedinasan kurang istirahat, dan kurang tidur, tetapi tidak begitu terasa karena dilakukan dengan tulus dan menganggap itu bukanlah beban. “Melainkan menganggap tugasku adalah ibadahku, “ ujarnya lagi.

Selain merasa tulus tanpa beban bekerja, juga merasa bangga mendampingi jamaah, ketika melihat jamaah tersenyum gembira. Apalagi di saat melihat jamaah bisa tersenyum karena dibercandai, bisa makan saat disuapi. Senang rasanya. Ada perasaan tersendiri yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa meneteskan air mata. Ditambah lagi melihat jamaah ada yang datang ke tanah suci tanpa keluarga sama sekali.

“Kasihan mereka, terbaring tak berdaya. Bahkan, ada yang mengatakan sambil memegang tangan, jangan tinggalkan saya,” urainya, menceritakan kesan-kesannya selama berada di tanah suci, mendampingi jamaah.

Karena melihat berbagai hal yang membuat hati ini sedih, bercampur bangga dan gembira. Hingga mengingat orang tua kalau sudah melihat jamaah.

“Saya jadi teringat kedua orang tua saya yang sudah tidak ada. Sedih rasanya, belum sempat melakukan yang terbaik untuk orang tua saya. Tapi saya tetap berdoa semoga kedua orang tua saya diterima semua amalannya dan tempatkan di tempat terindah di sisi-Nya. Aamiin, “ pungkas Santi.(mch/exp)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.